Buntut Pembersihan Lahan eks Hotel Anggrek

Tutupary : Polisi di Lahan Eks Hotel Sebatas Pengamanan

 

AMBON, MG – Aksi Robby Likumahua dan pengacaranya, Semmy Waeleruny yang melaporkan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso ke Polda Maluku  dengan tuduhan pengrusakan lahan eks Hotel Anggrek saat pembersihan yang dilakukan pihak ahli waris yang sah 23 Mei 2018 yang lalu, disayangkan Elizabeth Tutupary dan Johannes Leatemia Kuasa Hukum Antoneta Muskita/Natary, ahli waris sah dari almarhum Maria Muskita/Latumalea.

“Kami menyayangkan mereka berdua yang telah melapor Kapolres ke Polda Maluku dengan tuduhan melakukan pengrusakan di atas lahan eks Hotel Anggrek. Padahal sesungguhnya mereka itu bukan pemilik sah lahan tersebut,” kata Elizabeth Tutupary dan Johannes Leatemia kepada wartawan, Sabtu (28/7/2018).

Menurut Tutupary, penetapan Eksekusi Nomor : PN.AB Nomor 21/1950 tertanggal 25 Maret 2011 dan Berita Acara Eksekusi Pengosongan Nomor : PN.AB 21/1950 tertanggal 6 April 2011 terhadap putusan Nomor 21 tahun 1950.

Leatemia mengaku, atas permintaan kliennya, pada Maret 2018 lalu, pihaknya melayangkan surat permohonan pengamanan kepada Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk dilakukan pembersihan lahan.

“Posisi polisi di atas lahan eks Hotel Anggrek itu hanya sebatas pengamanan,” kata Tutupary dan Leatemia.

Menanggapi tuduhan pengrusakan lahan yang dilayangkan ke Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Tutupary dan Leatemia mempertanyakan keabsahan Robby Likumahua dalam kedudukannya sebagai pemilik atau ahli waris lahan eks Hotel Anggrek.

“Robby Likumahua dan keturunannya bukan pemilik sah lahan eks Hotel Anggrek,” pungkas keduanya.

Keduanya justru menyarankan kepada Semmy Waeleruny selaku pengacara Robby Likumahua menanyakan ke Pengadilan Negeri Ambon ketika eksekusi 6 April 2011 itu ada penetapan atau tidak.

“Robby Likumahua dan keturunannya bukan pemilik sah lahan eks Hotel Anggrek,” pungkas keduanya.

Tutupary dan Leatemia justru menyarankan kepada Semmy Waeleruny selaku pengacara Robby Lukumahua seharusnya menanyakan ke Pengadilan Negeri Ambon ketika eksekusi 6 April 2011 itu ada penetapan atau tidak.

“Pasti pak Semmy selaku pengacara di Ambon tahu tentang hal itu tapi pura-pura tidak tahu. Kita sama-sama penegak hukum, harus memberikan advis hukum yang baik dan benar agar masyarakat juga paham dan mengerti kedudukan kasus ini,” beber keduanya.

Keduanya mengaku heran, karena Robby Likumahua pernah dipidana oleh pengadilan negeri Ambon dalam kasus tersebut sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor : 325/Pid.B/2011/PN.AB.

Begitupun salah satu keturunan dari Robby Likumahua yakni Buce Likumahua saat ini tengah diadili di Pengadilan Negeri Ambon dalam kasus penyerobotan lahan eks Hotel Anggrek. Buce Likumahua dalam kasus penyerobotan dituntut jaksa 2,6 tahun penjara.

“Bagi saya, kalau sudah ada ancaman hukuman dalam tuntutan jaksa meskipun hal itu belum diputuskan hakim, fakta sidang membuktikan Likumahua bukan pemilik sah lahan itu. Jadi Buce serobot bersama dengan Ketua Yayasan GEMA 7 sekolah itu, Jacobus Nusawakan. Jacobus kalo tidak salah saya dengar dituntut juga 8 bulan penjara,” tandasnya.

Ahli waris pengganti lahan eks Hotel Anggrek yang sah, Marthen Muskita sesali tindakan yang dilakukan Likumahua Cs berikut pengacaranya, Semmy Waeleruny. Muskita menjelaskan, Robby Likumahua merupakan penghuni liar di atas lahan eks Hotel Anggrek. Likumahua yang mengaku ahli waris sah lahan eks Hotel Anggrek merupakan keturunan Albratos Matulessy.

Albratos Matulessy yang oleh Likumahua adalah keturunannya dan pemilik sah lahan Hotel Anggrek hanya sebatas mendapat kuasa menjaga lahan itu dari Maria Muskita Latumalea yang merupakan saudara kandung dari almarhum Simon Latumalea.

Albratos kata Marthen pernah membuat silsila keturunan pada 6 Maret 2004 dan disahkan oleh Kepala Kelurahan Batu Gajah mengetahui Camat Sirimau. Tapi setelah mengikuti perkembangan yang ada, pada 27 Maret 2004, Kepala Kelurahan Batu Gajah RB Sopacua mencabut kembali tanda tangan yang dibubuhkan pada silsilah keturunan yang ditandatangani Albratos Matulessy.

“Berarti kita menarik satu kesimpulan atau fakta hukum, bahwa silsila keturunan  yang dibuat Albratos Matulessy paslu,” beber Marthen.

Sedangkan ahli waris eks hotel Anggrek yang sah adalah Novita Muskita dan kawan-kawan, Marthen Muskita dan kawan-kawan,  serta Benny Lokollo dan kawan-kawan.

“Supaya semua orang di Kota Ambon ini tahu, yang namanya Robby Likumahua atau Buce Likumahua bukan ahli waris lahan eks Hotel Anggrek. Lahan itu juga sudah diseksekusi pengadilan. Jadi tidak ada lagi persoalan hukum di lahan itu. Sudah selesai. Lahan itu sudah menjadi milik kami ahli waris yang sah,” ujar Marthen. (tim)

 

 

 

Tinggalkan Balasan