Peletakan Batu Pertama RS UPT Ditunda

Kadinkes Maluku : “RS Pertama Bernuansa Green House”

AMBON, MenaraGlobal.com-Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Terpadu (RS UPT) yang sedianya dilakukan Menteri Kesehatan RI hari ini, Senin (25/6/2018) ditunda lantaran terbentur jadwal pertemuan Menkes dengan DPR RI.

“Kemungkinan akan dilakukan sekitar tanggal 13 atau 14 Juli karena pada tanggal tersebut akan ada Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Kemenkes di Ambon. B

eliau datang sekaligus lakukan peletakan batu pertama,” kats Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff kepada wartawan saat meninjau lokasi pembangunan RS UPT di Wailela Kecamatan Teluk Kota Ambon, Senin (25/6/2018).

Menurutnya, tahun ini pembangunan tahap pertama harus selesai dan tahun depan akan dilanjutkan dengan tahap berikutnya.

Pembangunan RS UPT ini kata Assagaff sesuai  janji Presiden RI, bahwa RS UPT Kemaritiman akan dibangun di Maluku dan mulai dilaksanakan.

“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kesehatan dan nantinya dalam waktu dekat peletakan batu pertama dilaksanakan dan pekerjaan bisa dimulai,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. M. Pontoh menjelaskan, RS UPT merupakan bagian dan kepemilikan Kementerian Kesehatan sehingga tenaga kesehatan dan operasional  menjadi tanggungjawab Kemenkes RI.

“Keberadaan RS UPT merupakan anugerah karena ini RS pertama yang menerapkan sistem green house bernuansa ramah lingkungan dan ini pertama kali di Indonesia dan diharapkan menjadi percontohan untuk rumah sakit lainnya,” kata Pontoh.

Selain itu tambahnya keunikan dari rumah sakit ini adalah berbasis kemaritiman.

“Ibu Menteri Kesehatan sangat berterimakasih karena  konsep kemaritiman yang diajukan gubernur sejalan dengan rumah sakit ini,” terangnya.

RS UPT ini juga diharapkan menjadi rujukan dari beberapa provinsi yakni Maluku Utara, Papua-Papua Barat dan Maluku.

Untuk diketahui, pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Terpadu (RSUPT) vertikal baru di kawasan timur Indonesia bertujuan untuk percepatan penyediaan akses pelayanan rujukan tersier dalam mengantisipasi tantangan tren pola penyakit emerging maupun re-emerging disease.

Juga berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian sekaligus sebagai upaya menurunkan disparitas pelayanan kesehatan rujukan yang bermutu bagi masyarakat di kawasan Timur Indonesia dalam mendukung pencapaian Universal Health Coverage. Selain itu hadirnya RS UPT Vertikal sebagai RS Rujukan Tersier di KTI maupun Maluku pada khususnya diharapkan mampu memobilisasi sumber daya dokter spesialis, pendanaan, teknologi dan sebagainya secara lebih baik.

Sesuaj dengan tujuannya, masterplan RS UPT yang didirikan  di Provinsi Maluku akan dipersiapkan menjadi RS Rujukan Kelas A.

Namun demikian pada tahap awal (2019) RS akan disiapkan beroperadi sebagai RS Kelas B dengan fasilitas yang disiapkan  untuk RS Kelas A ( RS tumbuh).

Hal ini dipertimbangkan kesiapan managemen dan suplai SDM terutama dokter spesialis dan sub spesialis yang membutuhkan waktu.

Pekerjaan pembangunan gedung (struktur dan arsitektur) dan sebagian prasarana akan dilaksanakan  tahun 2018, pekerjaan lanjutan  penyelesaian arsitektur dan finishing, interior, furniture, prasarana (mekanikal elektrikal) dan peralatan medik akan dilaksanakan  tahun 2019 dengan pengadaan single year.

Rumah sakit ini berdiri diatas lahan seluas 45.000 meter persegi denga  luas bangunan utama 32.059 meter persegi serta dilengkapi bangunan penunjang lain.

Untuk tahap pertama waktu pelaksana 31 Mei-31 Desember 2018, kontraktor pelaksana PT PP (Persero), Konsultan Managemen Konstruksi PT Yodya Karya Persero dengan Konsultan PT. Sangkuriang.

Sumber pendanaan mega proyek ini APBN Kementerian Kesehatan RI dengan total anggaran Rp. 213.687.056.120,-(on).

Tinggalkan Balasan