Kebutuhan Uang Lebaran Naik Rp 160 Miliar

AMBON, MenaraGlobal.com – Jelang perayaan Idul Fitri 1439 H/2018  Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menyiapkan Rp 880 miliar yang akan diserahkan ke perbankan sesuai kebutuhan.

Awalnya, KPw BI memproyeksikan kebutuhan masyarakat dan perbankan sebesar Rp 1 triliun.

“Namun ada salah satu bank besar di Kota Ambon mengoreksi kebutuhan uangnya dan setelah dikoreksi ternyata kebutuhan menjadi Rp 880 miliar namun jika dibandingkan tahun 2017 terjadi peningkatan sebesar Rp 180 miliar,” kata Kepala KPw BI Maluku, Bambang Pramasudi saat kknfrensi pers di ruang rapat KPw BI Maluku, Rabu (23/5/2018).

Namun KPw BI Provinsi Maluku telah mempersiapkan kebutuhan uang layak edar sebesar Rp 1,78 triliun.

Uang sebesar itu terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB)  yakni Rp 100.000 dan Rp 50.000 sebesar Rp 1,72 triliun dan Rp 55 miliar untuk Uang Pecahan Kecil (UPK) yakni pecahan dibawa Rp 20.000.

“Persediaan yang ini dinilaia mencukupi untuk memenuhi proyeksi kebutuhan  uang periode Ramadhan dan Lebaran 1439 H baik dari sisi jumlah total maupun jumlah per pecahan,” jelasnya.

Untuj menghadapi lonjakan transaksi, KPw BI Provinsi Maluku bekerjasama dengan 16 bank umum di Kota Ambon. Pelayanan penukaran uang akan dilaksanakan pada hari Senin hingga Jumat.

“Sepanjang dibutuhkan maka KPw  BI akan menambah jam layanan operasional,” terangnya.

Selain itu tambahnya,KPw BI juga mempersiapkan uang kartal layaj edar melalui empat lokasi Kas Titipan Bank Indonesia yakni di Langgur Maluku Tenggara, Saumlaki, Fak-fak yang juga mencakup Namrole, Kairatu, dan Gemba.

KPw BI Maluku jugalakukan kerjasama BI JANGKAU dengan BPD Maluku-Malut untuk penukaran uang layak edar kepada masyarakat di beberapa  kecamatan antara lain, Masohi, Kobisonta, Bula dan Geser. (on).

Tinggalkan Balasan