Ikhsan Tualeka: Maknai Hardiknas, Saatnya Pendidikan Jadi Prioritas

AMBON, MenaraGlobal.com -Sebagai bagian integral dari sistem pembangunan nasional, pada prinsipnya pendidikan wajib menjadi skala prioritas dalam membangun masa depan anak bangsa.

“Pengembangan dan penguatan dari sektor pendidikan, tentunya akan membawa pertumbuhan dan pemerataan khususnya di dalam menyikapi dan menterjemahkan setiap permasalahan sosial yang ada selama ini, “ kata Koordinator Nasional Gerakan Aku Mengajar M. Ikhsan Tualeka melalui rilisnya, uyang diterima media ini, Selasa (1/52018).

Menurut Tualeka, pendidikan adalah kunci utama bila Maluku mau beranjak dari ketertinggalan dan kemiskinan yang selama ini mendera.

Karena dengan pendidikan, setiap individu dapat berdaya, dan dengan demikian secara kolektif dapat memberikan kontribusi yang optimal dalam membangun daerah.

“Lewat pendidikan, akan ada banyak orang-orang tercerahkan, yang dapat melihat persoalan dengan lebih objektif, serta mampu mengidentifikasi dan mengelola potensi daerah dengan optimal, kreatif dan inovatif. Itulah yang akan menjadi pemicu utama kemajuan daerah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan,” urai Ikhsan.

Dia menjelaskan, pendekatan pembangunan melalui sektor pendidikan di Maluku berangkat dari karakteristik wilayah kepulauan, tentunya harus mengupayakan adanya pemenuhan kebutuhan antara lain tenaga pendidik, sarana dan prasarana atau infrastruktur pendidikan yang di arahkan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kompleksitas permasalahan sosial di Maluku.

“Artinya, pemenuhan kebutuhan pembangunan pendidikan, termasuk sarana dan prasarana pendidikan di satu sisi, dengan paradigma pembangunan yang diarahkan pada upaya menjawab persoalan dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) Maluku disini lainnya, harus berjalan bersamaan atau linier. Ambil contoh, potensi Maluku ada di sektor kelautan, maka sudah seharusnya paradigma pendidikan dan pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana di

diarahkan untuk mengelola dan memajukan sektor itu,” ungkap tokoh muda Maluku ini.

Dia melanjutkan, keberhasilan pembangunan dengan memprioritaskan sektor pendidikan perlu perlu menjadi paradigma seluruh pemangku kewajiban dan pemangku kepentingan di Maluku.

Pemerintah, baik eksekutif mau pun legislatif, perlu menumbuhkan sinergitas lintas sektoral termasuk dengan elemen masyarakat sipil, dunia usaha atau swasta.

Pendidikan harus dilihat sebagai human invesment.

Pemerintah wajib mengoptimalkan perannya antara lain dalam soal keberpihakan anggaran dan pembanguan infrastruktur, sementara partisipasi masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, organisasi non-pemerintah, maupun lembaga pendidikan sudah barang tentu adalah dengan mengambil insiatif dan peran yang lebih signifikan untuk meningkatkan kualitas anak anak di Maluku.

Antara lain dengan mengupayakan hadirnya pendidikan berbasis potensi daerah.

“Paling sederhananya adalah dengan memulai membuat kursus-kursus dan palatihan dalam meningkatkan skill atau ketrampilan anak-anak muda Maluku khususnya dalam mengelola potensi daerah dan juga dalam menghadapi permasalahan yang beragam dan kian kompleks.

Kita semua, komponen masyarakat Maluku harus lebih serius lagi dalam mengurusi dan menyikapi persoalan pendidikan, “ pungkasnya. (on)

 

Tinggalkan Balasan