TPID Bursel tetapkan Penyebab Inflasi

AMBON, MenaraGlobal.COM-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buru Selatan telah menetapkan akar masalah penyebab inflasi.

Pada 3 April 2018, TPID Kabupaten Buru Selatan telah mengadakan Focus Group Discussion yang diinisiasikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku dan dibuka oleh Bupati Kabupaten Buru Selatan, Tagop Souissa.

Untuk memetakan akar masalah inflasi tahun 2017. Kabupaten Buru Selatan masih harus melakukan impor kebutuhan bahan makanan dari Kota/Kabupaten lain di Maluku.

Hal ini menyebabkan harga bahan makanan di Kabupaten Buru Selatan cukup tinggi. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain pemanfaatan tol laut yang belum efisien karena belum adanya kapal penghubung (feeder) dari Namrole ke kecamatan yang memiliki potensi sebagai sentra hortikultura.

Akses transportasi darat/ akses jalan dari Namrole ke Leksula yang belum tersedia, dan biaya bongkar muat oleh tenaga kerja di pelabuhan yang cukup tinggi juga menjadi salah satu penyebab inflasi di daerah tersebut.

Inflasi Provinsi Maluku pada tahun 2018 akan terus diupayakan pada level yang rendah dan stabil serta berada pada sasaran inflasi.

TPID Maluku telah menetapkan target inflasi Maluku 2018 sebesar 4,0 persen ±1 persen  (yoy).

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku senantiasa siap berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemprov Maluku dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Maluku, TPID Provinsi Maluku, TPID Kota/Kabupaten se Maluku, Satgas Pangan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan pihak terkait lainnya untuk melaksanakan program dan strategi pengendalian inflasi di Maluku. (DD)

 

Tinggalkan Balasan