Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, WP Bakal Dipolisikan

AMBON,MenaraGlobal.COM – Sekretaris I KUD Unitissa Negeri llang Kabupaten Maluku Tengah, Wellem Patty (WP) bakal dipolisikan Ketua KUD Unitissa, Rolland Sabandar.

Hal ini dikemukakan Sabandar kepada wartawan di Ambon, Selasa (26/3/2018).

Keputusan mempolisikan WP ini terkait dengan pernyataan WP di media jika dirinya menggelapkan uang milik Koperasi Unitissa yang diperuntukan bagi pembelian mobil untuk kepentingan pribadi dan politik.

“Saya ini ASN yang taat azas dan tidak pernah terjun ke dunia politik ataupun kegiatan perpolitikan lainnya. Saya meminta saudara WP untuk menjelaskan pernyataannya didepan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Guna menjerat WP ke rana hukum, Sabandar telah menyiapkan tim kuasa hukum dari Universitas Pattimura, dan langkah hukum ini akan ditempuh secepatnya.

“Laporan ke polisi akan saya lakukan namun sebelumnya saya harus meminta pertimbangan pimpinan saya yakni Rektor Unpatti. Karena apa yang dikemukakan WP telah mencoreng nama baik saya dan ini menurut saya perbuatan pencemaran nama baik saya, saya ini ASN mana bisa berpolitik ? WP harus menjelaskan pernyataannya di media kepada aparat penegak hukum,” uilangnya kesal.

Sabandar menjelaskan, uang sebesar Rp 5 juta yang dituding WP telah disalahgunakan adalah uang yang digunakan untuk pembayaran tanda jadi (DP) mobil.

“Uang tersebut merupakan uang tanda jadi yang telah diserahkan ke dealer, silahkan saudara WP mengeceknya langsung,” terangnya.

Sementara itu Manager Pemasaran KUD Unitissa, Siliwanus Sohilait menyayangkan pernyataan WP di media lantaran sebagai pengurus KUD Unitissa mestinya WP mengetahui tugas pokok dan fungsinya.

“Pengurus KUD saat ini sedang berupaya lakukan pembenahan agar KUD ini tidak sampai ditutup, dan untuk hal itu kami bahkan menggunakan uang tunai milik Ketua KUD Unitissa agar roda KUD ini tetap berjalan,” terangnya.

Dikatakan, WP mestinya malu membongkar persoalan internal KUD di media sebab sebagai pengurus inti WP memiliki tanggungjawab untuk membesarkan usaha ini.

“Kalau mau jujur, mesin organisasi termasuk KUD ada di tangan Sekretaris, tapi saudara WP sudah 2 tahun terakhir tidak lagi aktif padahal seluruh inventaris KUD misalnya, cap dan kunci lemari serta beberapa dokumen KUD ada di tangannya. WP mestinya malu, karena sebagai sekretaris dia tak mampu menjalankan amanah warga Allang,” katanya dengan nada tinggi.

Sohilait menjelaskan, ada berapa hal yang diduga dengan sengaja dilakukan WP agar  menghalangi perkembangan KUD Unitissa. “Kami tidak akan menjelaskan hal ini di media tapi nanti ada saatnya, yakni pada saat rapat anggota, WP harus menjelaskan semuanya,” tegas Sohilait lagi.

Satu hal yang sangat disesali tambah Sohilait adalah sikap mantan anggota DPRD Kota Ambon ini yakni tidak menyerahkan laporan tahunan KUD Unitissa ke Dinas Koperasi Maluku Tengah.

“Apa maunya saudara WP, kami tidak mau berdebat di media karena tidak ada manfaatnya, karena semua akan terungkap saat rapat anggota. Kami berharap WP hadir,” tegasnya. (D2)

 

Tinggalkan Balasan