Metode Skimming, Kejahatan Perbankan

Biwado : Masyarakat Maluku tak Perlu Panik

AMBON, MenaraGlobal. COM-Bank Indonesia Provinsi Maluku meminta masyarakat tidak perlu panik tetapi tetap waspada.

Permintaan ini disampaikan Andy Setyo Biwado Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Maluku menyusul adanya pencurian dana nasabah yang terjadi di Jawa Timur yang terindikasi merupakan kejahatan perbankan dengan metode skimming.

“Metode skimming adalah pencurian data nasabah pada kartu debit dengan memasang perangkat skimmer pada mesin ATM, ” kata Aditya.

Komplotan pencuri  menggunakan skimmer tersebut ternyata sebagian besar berasal dari luar negeri atau Warga Negara Asing.

“Pelakunya sudah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian dalam waktu singkat,” teranvnya.

Disamping itu pihak bank dalam hal ini Bank BRI juga telah menyatakan bakal mengganti dana nasabah yang hilang apabila terbukti terjadi kejahatan skimming.

Menurutnya, sampai saat ini, BI Maluku belum menerima adanya aduan masyarakat yang mengalami kejahatan skimming. Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kepolisian dan Perbankan akan memperkuat koordinasi untuk memitigasi potensi risiko kejahatan di bidang teknologi informasi, termasuk skimming.

“Bank Indonesia telah mengintruksikan seluruh bank untuk mempercepat migrasi kartu debit dari teknologi pita magnetik (magnetic stripe) ke teknologi chip. Karena teknologi chip lebih aman dan menurunkan risiko kejahatan termasuk metode skimming,” katanya.

Untuk itu,  masyarakat perlu memahami tips aman menggunakan kartu ATM. Pengguna ATM sebaiknya mengganti PIN secara berkala dan hindari PIN yang mudah ditebak.

“Waspada terhadap lingkungan sekitar ATM dan perhatikan kondisi fisik mesin ATM. Segera laporkan kepada pihak bank jika kondisi mesin ATM mencurigakan, ” ingatnya. (DD

Tinggalkan Balasan