BPOM Ambon Intervensi Desa Berpotensi

AMBON, MenaraGlobal.COM -Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, Provinsi Maluku telah melakukan intervensi pada lima negeri  di kawasan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Kelima negeri tersebut adalah Negeri Tuhaha, Ihamahu, Siri-Sori Islam, Ulath dan Haria.

“Lima desa yang terpilih ini memiliki potensi yang cukup baik dan layak untuk dikembangkan, yakni Sagu Tumbu, Halua Kenari, dan sagu lempeng,”  kata Anita Soenarko Kepala Seksi Pengujian Pangan dan Bahan berbahaya BPOM Ambon kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Rabu, 14^3/2019).

Sedangkan untuk daerah dengan potensi pariwisata ada tiga kawasan yang  diintervensi masing-masing Pasir Panjang di Kabupaten Maluku Tenggara, Negeri Amahusu Kota Ambon dan Pulau, Banda Naira Kabupaten Maluku Tengah.

Untuk tahun 2018  kata Anita, pihaknya akan  mengintervensi tiga desa di Kota Tual yang memiliki potensi kuliner atau pariwisata.

Menurut Anita, untuk kepentingan tersebut pihaknya melakukan komunikasi dengan para pemangku kepentingan  guna meminta masukan terkait dengan desa-desa yang layak untuk BPOM lakukan intervensi. Bukan hanya mengintervensi tapi BPOM juga lakukan pendampingan ke desa-desa yang diintervensi dengan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus selama dua hari  bagi mereka yang akan diangkat menjadi kader.

“Kader trrsrbut nantinya mencari kader lain hingga ada perubahan perilaku ataukah belum memenuhi syarat higienis dari warga,” jelasnya.

Anita juga menjelaskan bahwa intervensi yang dilakukan merupakan langkah  BPOM Ambon, mengkampanyekan program Gerakan  Keamanan Pangan Desa di Maluku. Gerakan ini telah dilakukan sejak tahun 2014 lalu dan akan berakhir di tahun 2019 nanti. Gerakan keamanan pangan lokal adalah salah satu program nawacita presiden RI, yakni membangun dari pinggiran desa.

Dengan demikian BPOM mendesain program tersebut guna mendorong suatu desa yaang memiliki potensi wisata, menghasilkan pangan yang aman dan memenuhi syarat keamanan pangan.

“Dalam program ini kita kita menggandeng pihak yang berkompeten lainnya seperti, Dinas Kesehatanan, Dinas Pariwisata, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi,” kata Anita.(DW)

Tinggalkan Balasan