2018 Maluku Bakal Terima 50 Ribu Sertifikat

AMBON, MenaraGlobal.COM-Maluku akan memperoleh 50.000 sertifikat di tahun 2018.

Hal ini dikemukakan Presiden RI, Joko Widodo saat menyerahkan 4.500 sertifikat kepada warga Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, di petuanan Negeri Hatu, Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku,Rabu (14/2/2018)

Masyarakat Kota Ambon memperoleh 2.500 sertifikat dan Maluku Tengah kebagian 2.000 sertifikat.

Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan secara simbolis kepada 12 warga dari kedua daerah itu.

Jokowi menargetkan di tahun 2023 seluruh tanah di wilayah Indonesia akan disertifikatkan.

Mantan Walikota Solo itu menandaskan, Pemerintah Pusat menggenjot penerbitan sertifikat lantaran keluhan masyarakat soal permasalahan tanah.

“Keluhan yang sampai ke telinga saya soal sengketa tanah, baik masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan perusahaan, masyarakat dengan BUMN bahkan masyarakat dengan masyarakat, bahkan antara orang tua dengan anak dan sebagainya. Hal ini disebabkan lantaran banyak masyarakat yang belum pegang sertifikat,” terangnya.

Harusnya tambah Jokowi, di seluruh Indonesia ada 165 juta sertifikat yang dipegang rakyat, namun hingga kini baru 51 juta rakyat yang peroleh sertifikat. “Bapak dan ibu, saat ini termasuk beruntung telah memiliki sertifikat atas lahan,” katanya lagi.

Sebelumnya tambah Jokowi, setiap tahun pemerintah hanya mengeluarkan 500 ribu sertifikat. Berarti butuh 150 tahun baru rakyat bisa perioleh sertifikat kalau system ini tetap dipertahankan.

“Oleh karena itu saya perintahkan Menteri BPN bahwa saya tidak mau lagi 1 tahun hanya 500 ribu sertifikat yang diterbitkan. Tahun ini ada 7 juta sertifikat yang diterbitkan tahun depan ada 9 juta dan terus meningkat dan ini harus diberikan kepada rakyat kalau tidak kita akan ramai terus dengan masalah sengketa tanah,” tegasnya.

Ditegaskan, kerja harus pakai target kalau tidak maka 150 tahun lagi rakyat menunggu untuk peroleh sertifikat. “Saya tidak mau kerja seprti ini, saya akan kejar terus, kantor BPN mana yang tidak berhasil, saya telah janjian dengan Menteri BPN kalau sampai tidak penuhi target maka saya copot menteri,” katanya mnderngan suara keras.

Dengan demikian maka Menteri BPN akan mencopot Kanwil yang dinilai tidak berhasil atau gagal.

Selain itu Jokowi juga mengingatkan tentang penggunaan sertifikat bila dijadikan agunan untuk modal usaha.

“Jika diagunkan ke bank harus diperhitungkan matang-matang, jangan membelanjakan uang yang mestinya dijadikan modal usaha untuk hal-hal yang tidak penting,” katanya mengingatkan. (DW)

Tinggalkan Balasan