Persidangan ke XXXV Jemaat GPM Bethabara

AMBON, MenaraGlobal.COM-Jemaat GPM Bethabara Klasis Kota Ambon di Dusun Kayu Tiga Negeri Soya Kecamatan Sirimau menggelar Persidangan Jemaat ke XXXV, Minggu (11/2/2018).

Persidangan tersebut dibuka Sekretaris Bidang Pemberitaan. Rony Likumahua dalam arahannya, mengharapkan Sidang Jemaat Berhabara ke-XXXV ini dapat menghasilkan program kerja  bermutu, yang berdampak baik untuk kemajuan gereja dan meningkatkan keamanan setiap umat.

Untuk itu, dirinya berharap agar program-program yang dilahirkan harus dirancang dengan baik dan bertanggungjawab berbasis rentsra.

“Kepada seluruh peserta harus memanfaatkan kegiatan ini dengan baik, dan yang paling penting dalam berargument dapat mengeluarkan kata yang baik, sehingga tidak menyinggung satu dengan yang lain,”pintanya.

Pada kesempatan tersebut Likumahwa  juga menyinggung soal penggunaan media social, yang selama ini telah berdampak buruk, mulai anak remaja hingga orang tua.

Hal ini dibuktikan dengan berbagai kasus yang terjadi, antara lain miras, narkoba, kekerasan, pelecahan seksual dan penyakit social lainnya.

“Selama ini GPM dalam hal ini Klasis Kota Ambon terus memberikan pembinaan kepada generasi muda melalui pelayanan Kategetsasi dan lain sebagainya,”ucapnya.­

Tak hanya itu, dirinya mengingatkan agar warga Gereja untuk memahami fenomena alam, diantaranya gempa bumi, banjir dan longsor.

“Gempa yang mengunjang Kota Ambon diakhir tahun lalu sempat menimbulkan kepanikan seluruh warga kota Ambon, karena adanya berita Hoax terjadinya tsunami. Sebagai warga gereja kita harus jelih melihat hal ini,”ujarnya.

Begitu juga lingkungan yang rusak, kata Likumahua telah mengakibatkan banjir dan tanah longsor, yang juga pernah dialami Kota Ambon.

“Problematika kehidupan masyarakat, adalah problema bersama sebagai warga GPM, dimana Gereja turut bekerja bersama –sama dengan jemaat untuk mengatasi semua persoalan diamksud,”pungkasnya­.

Sementara itu, Camat Nusaniwe yang diwakili Seketaris Camat Fenly Masaloi dalam sambutannya, mengatakan persidangan jemaat merupakan lembaga tertinggi ditingkat jemaat yang menampung berbagai aspirasi jemaat dalam rangka pengambilan keputusan strategis guna menata pelayanan selama satu tahun kedepan.

“Untuk itu, persidangan jemaat juga bertugas mengevaluasi program/kegiatan dan keuangan, serta membahas rancangan pelayanan untuk tahun yang baru, serta membcarakan masalah ketentuan yang relevan,” kata mantan Lurah Hunitetu ini

Menurutnya, persidangan harus bisa menghasilkan keputusan-keputusan strategis guna menyikpai perkembangan pelayanan dan kesakisn, sebagai respon iman terhadap realitas yang ada.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Bethabara,, Pdt. Lou Mustamu mengutarakan walaupun sidang ini terlaksana secara rutin setiap tahun, namun jemaat tidak bisa  terjebak dalam rutinitas organisasi.

Untuk itu, dirinya berharap persidangan ini akan menghasilkan program  kreatif, produktif, dan lebih fungsional.

“Persidangan jemaat harus dijadikan proses kreatif pembinaan kapasitas umat, pelayan, lembaga, namun harus menjadi proses berpikir yang kreatif untuk masa depan gereja dan jemaat di Bethabara,” katanya.

Persidangan jemaat tersebut diawali ibadah minggu yang dipimpin Pdt. Lourens, dengan pembicaan Alkitab dari Markus 8 ayat 31-36 pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat filanjutkan dengan pembacaan pads  Yesaya 42 ayat 1 – 4.

Dalam khotbahnya, Laurens  mengatakan persidangan jemaat yang diselenggarakan kal ini dalam spirit atau semangat kehambaan. Yaitu taat pada Tuhan dan berkenan kepada Allah.

 

“Mari kita sungguh dalam ketaatan mau melakukan kehendak Tuhan, karena itu sidang jemaat Berthabara tidak sekedar di lihat dari kelembagaan tetapi kehendak Tuhan, untuk memuliakan nama  Allah.Sidang Jemaat ke XXXV INI diikuti 51 peserta, yang terdiri dari 25 peserta biasa dan 26 peserta luar biasa.

Persidangan tersebut mengusung tema, “Allah kehidupan, tuntunlah kami membela dan merawat Kkehidupan”, sedangkan sub tema “Bersama-sama mengadvokasi hidup manusia dan alam untuk hidup yang bermutu”. (DW)

Tinggalkan Balasan