Ambon,MG.com — Sejumlah senioritas Taekwondo Indonesia Maluku mendesak Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Maluku.
Desakan tersebut disampaikan melalui surat resmi tertanggal 13 Januari 2026 yang ditujukan kepada Ketua Umum PBTI. Dalam surat itu, para senior menilai kondisi organisasi Taekwondo di Maluku saat ini mengalami berbagai persoalan serius yang berdampak pada pembinaan atlet hingga prestasi daerah.
Salah satu sorotan utama adalah kepemimpinan Ketua Pengprov TI Maluku yang disebut tidak berdomisili di Maluku. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan koordinasi organisasi tidak berjalan efektif.
“Keberadaan pimpinan organisasi yang tidak berada di daerah dinilai menyulitkan proses komunikasi, pengawasan program, serta pembinaan atlet dan pelatih secara berkelanjutan,” tulis senioritas Taekwondo Maluku dalam surat tersebut.
Selain persoalan kepemimpinan, mereka juga menyoroti tidak pernah dilaksanakannya Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) sebagai forum resmi organisasi untuk menyusun program kerja dan melakukan evaluasi pembinaan.
Menurut mereka, absennya Rakerprov membuat tata kelola organisasi berjalan tanpa arah yang jelas serta minim evaluasi terhadap program pembinaan atlet dan pelatih.
Senioritas Taekwondo Maluku juga menyinggung mekanisme seleksi atlet yang dinilai tidak transparan dan tidak sepenuhnya mengedepankan prestasi. Situasi tersebut disebut memicu kekecewaan di kalangan atlet maupun pelatih.
Mereka menilai sistem seleksi yang tidak objektif berpotensi menghambat perkembangan atlet-atlet berprestasi yang telah mempersiapkan diri mengikuti berbagai kejuaraan.
Akibat berbagai persoalan tersebut, para senior menilai soliditas organisasi semakin melemah, motivasi atlet dan pelatih menurun, serta prestasi Taekwondo Maluku mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui surat itu, mereka meminta PBTI segera mengambil langkah konkret dengan melakukan evaluasi total terhadap kepengurusan Pengprov TI Maluku, termasuk menilai efektivitas kepemimpinan dan sistem pembinaan yang berjalan saat ini.
“Langkah evaluasi diperlukan demi menyelamatkan masa depan pembinaan atlet dan menjaga marwah organisasi Taekwondo di Maluku,” demikian isi surat tersebut.
Surat itu turut ditembuskan kepada KONI Maluku, Bidang Organisasi PBTI, serta Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PBTI sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi Taekwondo Maluku saat ini.
Taekwondo Maluku Disorot, Senior Minta PBTI Evaluasi Total Pengprov









