Ambon,MG.com – Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena melauching Monumen ukulele pada SD negeri 2 hative besar,senin ( 30/10/22).
Dalam sambutan penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan,Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi dengan di lauchingnya monumen ukulele pada SD Negeri 2 hative besar
“Kota Ambon Ditetapkan sebagai Ambon City Of Music sejak tiga tahun oleh UNESCO untuk itu hari kita bersama malauching monumen ukulele pada SD negeri 2 hative besar karna ini adalah momen yang sangat luar biasa dan berharga karena bermain ukulele sangat bagus dapat menghindari dari anak – anak bermain game online dari hp karena itu sangat tidak bagus dalam tumbuh kembang anak,ujarnya
Dirinya berharap, lauching monumen ukulele harus tetap dijaga dan kembangkan disemua sekolah yang ada di Kota Ambon
Diwaktu yang sama Ketua DPRD Kota Ambon Elly Toisuta menjelasakan,Bahagia rasanya , berada di tempat ini, dalam moment yang sangat penting bagi masyarakat Kota Ambon, khususnya dunia pendidikan, dimana atas ide kreatif yang sarat dengan nilainilai budaya , kearifan lokal Kota ini, yang di gagas dan rancang oleh Sekolah Dasar Negeri 2 hatiwe besar, dengan didirikannya Monumen Ukulele , yang baru pertama kali berdiri di Kota Ambon manise .
“Oleh karena itu dalam sukacita yang dirasakan ,Saya mengajak kita semua untuk memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa ,atas anugerah-Nya yang telah,”akuinya
Dalam upaya mempertemukan kita di saat ini dalam ingatan kita, tiga tahun yang lalu , tahun 2019 salah satu badan dunia di PBB yaitu UNESCO telah memberi pengakuan kepada Kota Ambon, sebagai Kota Kreatif berbasis music yang disebut dengan Ambon Citi Of Music. Pengakuan Unesco ini, sekaligus pengakuan terhadap jati diri Kota Ambon
Sebagai Kota Musik Kota Ambon sejak jaman dahulu telah terkenal, bukan hanya karena keindahan alam dan keramah tamahan penduduknya, tetapi Kota tercinta ini juga terkenal dengan sederetan seniman di dunia tarik suara ( para penyanyi ) dengan kualitas suara yang mendunia dan juga dengan musiknya yang: khas seperti suling bambu, yang dipergunakan di komunitas beragama baik islam maupun kristen sebagai musik relegi mendukung kegiatan keagamaan atau peribadahan,”jelasnya
Seiring berkembangnya peradaban musikmusik khas tradisional ini terus dikembangkan , dan ditanggal 4 september 2022, Komunitas ukulele di Ambon telah mencanangkan tanggal 4 september sebagai hari Musik Ukulele Maluku.
Dan hari ini, SD Negeri 2 Hatiwe besar kecamatan teluk Ambon melaksanakan Peresmian atau Lounching Monumen Ukulele, suatu prestasi yang luar biasa dan patut di beri apreseasi
Musik Ukulele, yang dimainkan oleh anakanak swkolah memberi warna tersendiri untuk sebuah kebersamaan, persaudaraan yang terbangun indah dalam berbagai keperbedaan yang ada, kebersamaan tanpa memandang suku, agama, etnis, maupun latar belakang budaya yang berbeda-beda.
Sementara itu,Kepala sekolah SD negeri 2 hative besar samuel wenno menambahkan, Suatu sejarah baru yang terjadi sepanjang akhir dari seluruh perjalanan hingga kini SD Negeri 2 Ambon yang adalah bagian dari kegiatan-kegiatan sebelumnya
“Hari kita melauching monumen ukulele yang akan dijadikan brand-nya yang bagaimana anak-anak bangsa ini mempunyai kemampuan untuk melakukan seni rupa Mengapa demikian anak-anak ini untuk mengenal dunia pendidikan dalam kemampuan dalam bermusik
“Untuk itu,di tengah-tengah suasana yang penuh sukacita ini memberikan arti dan makna bahwa di sinilah kita ada monumen ukulele berdiri di atas batu karang yang kokoh yang semua sekolah di Kota Ambon tidak punya batu karang yang sekuat SD Negeri 2 hative besar dan mendukung Ambon City of Music ( Fal )











