Maluku,MG.com-Berbagai Persoalan Daerah yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat akhir -akhir ini ,maka gerakan seram bagian barat bersih meminta ketua DPRD kabupaten SBB untuk mundur.
Hal itu disampaikan Ketua SBB Bersih Jacobis Heatubun kepada awak media ,Kamis ( 28/07/22).
“Persoalan Pengadaan Kapal Cepat, Daerah Mengalami Disclamer, temuan BPK masalah Uang Makan Minum DPRD, Pembangunan Kantor MUI yang terbengkalai, Banyaknya Proyek Pembangunan Fisik yang terbengkalai dan lain-lain sehingga banyak mendapat sorotan publik,”ujarnya Bobby sapaan akrab ketua SBB Bersih
“Menurutnya,bahwa persoalan – persoalan Daerah yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat semuanya menjadi tanggung jawab DPRD seram bagian barat (SBB), lanjutnya,mengapa demikian karena DPRD tidak mampu untuk menjalankan Fungsi Pengawasan secara maksimal dan fungsi DPRD lainnya sesuai Amanat Undang-undang.
Kalau DPRD memiliki kemampuan itu maka tidak akan terjadi persoalan-persoalan itu, contohnya masalah pengadaan kapal cepat yang sudah mampir 2 tahun ini kapalnya belum ada di Kabupaten seram bagian barat (SBB),
Disini DPRD terkesan Diam saja, seharusnya dengan terkatung-katungnya proses pengadaan kapal cepat ini maka DPRD sudah dapat mengeluarkan rekomendasi DPRD untuk masalah tersebut dibawah ke jalur Hukum, tetapi kenyataannya DPRD tidak menindaklanjuti hal tersebut,tegasnya
DPRD kabupaten seram bagian barat ( SBB) yang dikomandai oleh sdr Rasyid sebagai ketua DPRD dinilai sudah mati rasa terhadap persoalan Daerah, yang dikejar oleh DPRD SBB adalah kepentingan Pribadi sehingga kepentinga daerah dan masyarakat dikesampingkan, mereka hanya mengejar yang namanya pokok pikiran Anggota DPRD dan hal ini sudah menjadi rahasia umum ditengah masyarakat, kesalnya
“Dengan melihat kurangnya tanggung jawab DPRD seram bagian barat ( SBB ) terhadap persoalan Daerah maka dengan ini saya minta agar Ketua DPRD SBB sdr Rasyid ada baiknya mundur saja dari Ketua DPRD karena dinilai gagal dalam menakodai DPRD SBB.tandasnya ( D6)










