Seruan Damai Gubernur Maluku di Negeri Sepa dan Tamilouw

  • Whatsapp
banner 468x60

MASOHI, MG.com – Negeri Sepa dan Tamilouw di Kecamatan Amalatu Kabupaten Maluku Tengah rentan terjadi gesekan. Bahkan, pada awal November 2021, terjadi gesekan antar warga sehingga menimbulkan korban jiwa.

Gesekan tersebut terjadi lantaran penetapan tapal batas dua negeri yang belum bisa ditentukan.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Menyikapi berbagai persoalan di masyarakat, Gubernur Maluku, Murad Ismail bersama isteri, Ny. Widya Murad Ismail serta rombongan yakni Sekda Maluku, Sadli le, Kadis Kominfo, Kadis Pemdes, Kadis Sosial, Kadis PUPR, Kadis Pendidikan, Ka Kesbang dan Kadis Tanaman Pangan Provinsi Maluku lakukan kunjungan sehari ke dua negeri bertetangga itu, Selasa (18/01/2022).

Awalnya, Gubernur dan rombongan tiba di Negeri Sepa pada pukul 11:00 WIT, disambut Tarian Adat Cakalele oleh pemuda Suku Nuaulu. Usai pertemuan dengan warga Negeri Sepa, Gubernur melanjutkan perjalanan untuk bertemu dengan masyarakat serta tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda Negeri Tamilouw.

Di dua negeri ini, Gubernur menyerukan suara damai untuk mengakhiri konflik sosial yang terjadi antar dua negeri tersebut selama ini.

“Konflik sosial yang terjadi merupakan emosi sesaat tanpa perhitungan, kondisi ini merupakan potensi negatif yang sedikit demi sedikit harus kita hapuskan,” katanya lantang.

Kepada seluruh warga, Gubernur menegaskan jika permasalahan yang terjadi hanyalah masalah akibat ego, dan yang tidak ada artinya hidup dengan mempertahankan ego.

“Saya minta kepada bapak raja, negeri ini harus jauh dari minuman keras, saya datang di sini, karena saya sayang negeri adat sehingga harus akhiri konflik ini,” tegas Gubernur diikuti tepuk tangan tamu undangan.

Gubernur juga bercerita, saat kedua daerah tersebut berkonflik, dirinya sedang berada di Jakarta dan mendapatkan pesan whatsapp dari istrinya, terkait konflik tapal batas yang terjadi di dua negeri.

“Saat itu, saya sampaikan, nanti kita pulang ke Ambon, dan membawa bantuan kepada dua negeri itu,” tuturnya.

Gubernur berharap, ini merupakan kali pertama dan terakhir, dilakukan kunjungan ke dua negeri dalam situasi konflik.

“Saya minta hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi karena kalau masih terjadi tentu yang rugi adalah kita, untuk itu mari kita akhiri konflik ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, konflik sosial antar Sepa dan Tamilow merupakan bentrok tapal batas yang menelan korban jiwa pada 1 November 2021.

Di dua negeri di Selatan Pulau Seram itu, Gubernur memberikan bantuan uang tunai sebanyak Rp. 203.500.000.

Selain itu, mantan Kakor Brimob Polri juga memberikan bantuan beras sebanyak 10 ton.

Kepada wartawan di Negeri Sepa, masyarakat mengaku senang menerima bantuan yang menyasar warga korban konflik di akhir 2021. Apalagi mereka dikunjungi orang nomor satu di Maluku.

“Selain bisa melihat daerah kami dari dekat pasca konflik juga pak gubernur memberi motivasi agar kami negeri bertetangga segera mengakhiri pertikaian agar bisa mewujudkan Maluku yang damai,” kata Landu. (D2)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60