Berlangsung Meriah, Menparekraf Hadiri 2 Tahun ACOM

  • Whatsapp
banner 468x60

 

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, dalam opening speech mengatakan peringatan 2nd Anniversary ACOM menjadi bagian dari ungkapan syukur dari Pemerintah dan masyarakat kota Ambon untuk tahun kedua pengakuan UNESCO terhadap jati diri kota ini.

“Dua tahun lalu UNESCO memberikan justifikasi yang menjadi penghakuan dunia terhadap Ambon sebagai kota kreatif musik.Karenanya, event ini menjadi bagian dari ungkapan syukur dan terima kasih bagi semua yang telah berjuang bersama,sehingga menghasilkan pengakuan itu,” kata Walikota.

Diakuinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memanfaatkan kehadiran Menparekraf, Sandiaga Uno pada Festival Meti Kei di Kabupaten Maluku Tenggara untuk dapat singgah di Ambon dalam event tersebut. Selain itu, ada faktor relasi yang kuat karena Sandiaga Uno juga merupakan warga kehormatan dari Negeri Hutumuri.

“Kita memanfaatkan moment festival Meti Kei di Maluku Tenggara, sehingga Menparekraf dan hadirin yang pulang dari Festival itu dapat mampir ke Ambon dalam 2nd Anniversary ACOM,” jelasnya.

Dijelaskan Walikota, ada dua kegiatan yang dilaksanakan dalam event tersebut, yang pertama adalah pengabadian nama musisi nasional dan internasioanl asal Maluku dan Kota Ambon dalam prasasti mini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, serta festival musik rakyat di sejumlah lokasi.

“Pada beberapa titik secara serentak ada tujuh panggung pertunjukan musik, yang menunjukan ciri khas, dan warisan musik di kota Ambon, yakni Hadrat dan Totobuang, Hawaiian, Ukulele, Band, Brass Musik dan Band lokal,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Murad Ismail, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku, mendukung dan mengapresiasi upaya pengembangan kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO.

Dijelaskan Musik telah menjadi anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat Kota Ambon yang menjadi mahakarya kebudyaan yang eksotik, tingkat peradaban yang tinggi serta menjadi identitas anak Maluku dimanapun berada.

Ditandaskan, peringatan dua tahun pengukuhan Ambon sebagai kota kreatif berbasis Musik oleh Unesco, harus menjadi peluang untuk mengembangkan seni musik masyarakat dan serta upaya konkrit, seluruh pemangku kepentingan untuk bangkitnya sektor pariwisata dan Ekonomi kreatif di Maluku.

Peringatan Dua Tahun Pengukuhan Ambon sebagai Kota Musik oleh UNESCO, turut dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, Sekretaris Kota Ambon, A.G Latuheru, Direktur Ambon Music Office, para Pimpinan OPD di lingkup Pemkot, serta para musisi nasional berdarah Maluku dan ahli waris yang diabadikan namanya pada Prasasti. ( Fal )

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60