Banjir Rob Landa SBT, Bupati dan BWS Maluku Bertindak Cepat

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Banjir rob sempat melanda Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada akhir Mei 2021 lalu.

Akibat peristiwa tersebut, beberapa pulau kecil serta daerah pesisir terjadi kenaikan permukaan air sehingga menimbulkan kepanikan warga. “Dan itu tyerjadi merata di seluruh wilayah SBT,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD SBT, Costansius Kolatfeka kepada wartawan di DPRD Provinsi Maluku, Rabu (16/06/2021).

Banjir rob katanya terjadi di Kecamatan Pulau Teor yang melanda sekitar enam desa, sampai di Pulau watubella, Pulau Kesui, Pulau Gorom Kecamatan Gorom, Pulau Gorom Timur dan kecamatan lainnya.
“Akibat bencana banjir rob, terjadi kerusakan pada pemukiman warga yang terletak di pesisir dan berakibat fatal,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Kolatfeka, Bupati SBT, Mukti Keliobas mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Seram Bagian Timur (SBT) nomor 207 tahun 2021 tentang penetapan status darurat bencana di Kabupaten Seram Bagian Timur.

“Berdasarkan SK Bupati maka BPBD SBT mengeluarkan surat nomor 360 perihal permohonan bantuan penanganan tanggap darurat. Dan sebagai anggota Komisi C DPRD SBT, kami lakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku,” kata mantan anggota DPRD Maluku ini.

Bantuan yang diminta ke BWS Maluku kata Kolatfeka, berupa bronjong dan gubeg sebanyak 2.000 buah untuk dipasang secara cepat pada daerah yang rawan bencana
“Kami berharap kondisi ini menjadi pembelajaran dan Bupati SBT bisa mengambil langkah disertai dengan kebijakan anggaran, sehingga bisa cepat ditanggulangi,” harapnya.

Untuk itu, selaku pribadi juga sebagai Ketua Fraksi gerindra di DPRD SBT, Kiolatfeka mengapresiasi langkah Bupati SBT.
“Kami juga berterima kasih kepada BWS Maluku yang sangat cepat menanggapi permohonan khusus dari Pemda SBT,” katanya. (Eln)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60