Tagop Digelar Daeng Perani, Safitri Tenri Upe

  • Whatsapp
banner 468x60

Namrole, MG.com – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Buru Selatan, mengukuhkan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulissa sebagai Daeng Perani dan isterinya, Safitri Malik Soulisa, dikukuhkan sebagai Tenri Upe. Pemberian gelar dilakukan bersamaan dengan Pelantikan Pengurus KKSS dan IWSS Kabupaten Buru Selatan masa Bhakti 2021-2026.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Bupati Buru Selatan, Sabtu (12/06/2021).

Gelar yang diberikan kepada Tagop Soulissa memeiliki arti sebagai orang yang gagah berani, orang yang pertama yang menjadi pemimpin. Telah berkorban serta berkontribusi untuk membangun Negeri Kabupaten Buru Selatan.

Sedangkan Gelar Tenri Upe yang diberikan kepada Safitri Malik Soulisa selaku Bupati Bursel terpilih adalah orang yang memiliki keberuntungan dalam kepemimpinan.

Bupati Tagop Soulisa dalam sambutannya mengatakan, dirinya bangga diberikan kehormatan dan penghargaan dan gelar

“Saat ini saya merasa bangga, karena saya diberikan tanda kehormatan, penghargaan dan gelar,” ucap Tagop.

Menurut Tagop, sejarah tidak bisa dipunghkiri, garis, darah keturunan serta asal muasal karena disitulah diketahui bibit, bebet dan bobot seseorang.

“Dan kita tahu, KKSS cukup berperan ini sangat luar biasa,” kata Tagop.

Dikatakan, partisipasi saat pembangunan, KKSS mejadi bagian integral yang partisipasinya tidak bisa dipisahkan dari masyarakat local.

Bahkan, tambahnya, ketika Kabupaten Buru Selatan dimekarkan, orang yang sering membantu proses ini adalah Haji Firma salah satu warga KKSS yang ada di Buru Selatan.

“Kita harus berbangga, orang Buru terutama masyarakat Buru Selatan, masyarakat yang bisa menerima secara totalitas siapapun masyarakat itu, sebab dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung,” ujar Bupati.

Bahkan, lanjutnya, sejarah Buru ini tidak bisa dilepas pisahkan dengan Kesultanan Goa dan Kesultanan Buton. Karena sejarah ini tidak bisa dipungkiri.

“Dan KKSS, bagian masyarakat yang selama ini telah memberikan kontribusi bagi orang Bursel,” jelas Tagop.

Sementara itu, Ketua BPW-KKSS Maluku H. Muspida Suyuti mengatakan, orang Bugis prinsipnya, dimana tanah diinjak, disitulah langit dijunjung.

Hal ini dibuktikan, orang Bugis datang untuk memenuhi kebutuhan orang banyak.

“Ditengah pemukiman masyarakat pasti ada kios orang Sulawesi Selatan yang berjualan,” katanya.

Dikatakan, orang Sulawesi Selatan menjadi agen pembangunan. Akan mengantar dan memenuhi semua kebutuhan sosial, kebutuhan masyarakat, kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat.

“Kalau ke pasar, bisa lihat, berapa banyak orang Bugis, pasti mayoritas penjualnya orang Bugis. Ditambah dengan saudara-saudara kita orang Buton, dan itu dari Sulawesi,” katanya.

Suyuti meminta kepada orang Bugis dan Buton untuk menjadi bagian dari Kai Wait.  Suyuti berharap, KKSS bisa menempatkan diri dan harus menjadi bagian penunjang program-program pemerintah.

“Pak bupati tidak meminta apa-apa, bupati hanya meminta agar kita semua khususnya warga KKSS mendukung program pemerintah. Kalau kita dukung kita bisa aman, damai, dan terpenuhi seluruh kebutuhan kita,” ujarnya.

Suyuti menjelaskan, ada tarian Bugis Makasar, yang menghunuskan kerisnya di depan raja. Artinya, ketika masyarakat sudah berpihak dan menghormati rajanya, dirinya sebagai jaminan untuk keselamatan rajanya.

“Tarian itu menceritakan keberpihakan dan dukungan kepada raja atau pemimpin, dan ketika saya mendukung raja, diri saya adalah jaminannya. Artinya, dia telah mati demi mengantar program pemerintah. Itulah karakter orang Bugis Makassar,” jelasnya.

Ia menitipkan masyarakat KKSS kepada bupati dan bisa disampaikan ke Bupati terpilih Safitri Malik Soulisa, bahwa potensi masyarakat Sulawesi Selatan cukup besar, bisa kerja sama.

“Jangan ada lagi bahasa bahwa dia bukan orang Bugis tapi orang pribumi. Tetapi kita adalah warga Buru Selatan, dan orang Bugis harus siap membela, melaksanakan program Bupati dan Wakil Bupati 2021-2026,” tandasnya.

Tak lupa dia meminta kepada warga Sulawesi Selatan agar doakan kepada Safitri Malik Soulisa dan Gerson Eliezer Selsily agar sehat selalu dan diberikan kekuatan untuk dapat melanjutkan program Bupati sebelumnya.

“Agar Buru Selatan ini menjadi kabupaten yang bisa memiliki kesamaan kesejahteraan masyarakat, seperti kabupaten/kota lainnya di provinsi Maluku,” harapnya. (AKi)

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60