Video Adu Mulut Gubernur Maluku dengan Staf Protokoler Istana

  • Whatsapp
banner 468x60

Rumauw : Wajar Apa Yang Dilakukan Gubernur

AMBON, MG.com – Praktisi Hukum Ali Rumau, menilai Gubernu Maluku, Murad Ismail marahi salah satu Staf Protokoler Istana di tahun 2019 saat kunjungan Presiden di Ambon itu merupakan hal yang wajar dan mencerminkan jati diri orang Maluku.
Pasalnya, Staf Protokoler Istana tersebut bertindak berlebihan dengan mengarahkan mobil Gubernur Maluku tidak bisa mendekati mobil Presuden RI.
“Apa yang dilakukan Gubernur Maluku menggambarkan tata krama orang Maluku yakni mendampingi setiap tamu yang datang ke rumahnya. Jika pak gubernur menuruti kemauan protokoler istana yakni tidak bisa berada dekat pak Presiden berarti dia tidak menghargai tuan rumah yakni Pemerintah Daerah. Jadi sudah sepantasnya gubernur memarahinya karena ini berkaitan dengan harga diri Pemda Maluku,” katanya kepada wartawan Minggu, (09/05/2021).

Dikatakan, video yang direkam tahun 2019 dan diposting ulang tahun 2021 pastinya telah ditunggangi oknum yang berseberangan dengan kebijakan Pemda Maluku.
“Sebagai orang Maluku, jika berseberangan dengan kebijakan atau cara pandang pimpinan daerah sebaiknya memiliki cara yang lebih intelek untuk menyampaikannya, tapi harus disertai solusi atas masalah tersebut,” kata Rumauw.

Pengacara muda ini menduga ada yang tidak beres dan pastinya ditunggangi untuk kepentingan tertentu.
“Cara anda sangat tidak gentle dan intelek, jangan berpikir anda akan dirangkul, karena anda telah menciderai seseorang yang selama ini berjuang bagi peningkatan kesejahteraan orang Maluku,” katanya.

Rumauw menegaskan, secara pribadi dia tidak akrab dengan Gubernur Maluku bahkan pernah berseberangan saat Pilkda SBT.
“Saya tidak punya kepentingan pribadi dengan pak gubernur namun kita harus realistis menyikapi setiap permasalahan, karena apa yang dilakukan pak gubernur saat itu hanya untuk membela harga diri Pemda Maluku selaku tuan rumah,” katanya.

Untuk itu Rumauw meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki pelaku yang memposting video tersebut di Medsos.
“Pengusutan terhadap penyebar video ini sangat penting untuk menjaga stabilitas di masyarakat. Saya melihat ini ada pihak tertentu sengaja mengganggu stuasi politik di Maluku, mempengaruhi masyarakat sehingga menimbulkan antipati ke Gubernur Maluku,” katanya.

Ketua LBH-HUNIMUA, menilai dengan beredar kembalinya video tersebut maka telah terjadi pelanggaran UU ITE & ketentuan Hukum Pidana.
“Dengan demikian oknum yang memposting dengan narasi yang menyedutkan nama baik Gubernur Maluku dan yang membagikannya harus dimintai keterangan didepan hukum,” katanya. (Eln)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60