AMBON, MG. com – Bahas kelangkaan minyak tanah, Komisi II DPRD Maluku rapat dengar pendapat dengan PT Pertamina Wilayah Maluku bersama distributor.
Rapat dipimpin Ketua Komisi II, Saudah Tethool di ruang paripurna DPRD Maluku.
Perwakilan Pertamina cabang Ambon, Lucky Hariyanto mengatakan jika kuota mitan sesuai data yang dikeluarkan BPH.Migas .
Sayangnya, Lucky tidak bisa menjelaskan tentag kuota mintak tanah untuk Maluku tahin 2020, yang diserahkan ke distributor.
Hariyanto hanya menjawab secara gamblang dan tidak menjawab secara substansi dan rinci sesuai pertanyaaan anggota Komisi II menuai kecaman dari Asis Hentihu dan Wellem Wattimena .
”Ketua, kami hanya ingin agar pihak Pertamina bisa menjawab kuota yang disuplay pihak Pertamina dan berapa kuota yang dijatahi SSK Migas bagi Maluku. Pertamina ini ngeles dan tidak menjawab dengan tepat ” ujar Hentihu.
Menurutnya, Pertamina harus bisa menjawab sehingga bisa diketahui apa yang menjadi penyebab sehingga saat ini terjadi kelangkaan Mitan . Karena masyarakat kesulitan mendapatkan Mitan.
Akibat Pertamina yang tidak siap data yang dimintakan anggota Komisi II DPRD Maluku maka ketua Komisi II menskorsing rapat hingga besok. (Eln)










