AMBON, MG.com – Richard Rahakbauw Ketua Komisi III DPRD Maluku menandaskan dirinya siap menjadi relawan untuk divaksin pertama kali pada saat pelaksanaan vaksinasi serentak.
“Saya bersedia divaksin Sinovac pertama untuk pejabat public, sebagai relawan. Ini menunjukan komitmen kita kepada rakyat di Maluku dan Indonesia bahwa kita juga mau segera tuntaskan masalah covid-19,” katanya keoada wartawan di sela-sela Raoat Kerja Tim Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Maluku, bersama Satgas dan Pemda Maluku di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Senin (11/01/2021).
Langkahnya ini diharapkan bisa memotivasi masyarakat Maluku dalam mendukung program pemerintah memutuskan penyebaran virus corona.
Dalam penilaiannya vaksin Sinovac aman untuk digunakan lantaran telah melalui uji klinis dan sebagainya.
“Menurut hemat saya, kalau vaksin Sinovac dari China sudah disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia tentunya telah melalui uji klinis untuk mengetahui dampaknya seperti apa sehingga saya siap divaksin pertama dari anggota DPRD Maluku,” kata politisi Partai Golkar ini.
Faktanya, tambah Rahakbauw, Universitas Pajajaran Bandung telah lakukan uji klinik terhadap vaksin ini dan efek samping dari vaksin ini adalah akan timbul memar pada lokasi suntikan.
“Karena itu sebagai wakil rakyat Maluku, kita harus menunjukan bahwa DPRD mempunyai keinginan bersama untuk mencegah atau menghilangkan virus corona karena itu saya mengajukan diri sebagai orang pertama untuk divaksin Sinovac,” tandas Rahakbauw.
Kalau tenaga medis yang pertama divaksin baru disusul pejabat publik, maka Rahakbauw selaku orang yang pertama bersedia divaksin COVID-19 sebagai sukarelawan.
“Langkah ini menunjukan komitmen kepada rakyat baik di Maluku secara khusus dan Indonesia pada umumnya bahwa kita juga berkeinginan untuk segera menuntaskan masalah Covid-19,” tegasnya.
Jika tambah Rahakbauw pejabat publik memutuskan untuk divaksin maka masyarakat merasa tenang dan percaya diri untuk divaksin.
Dia percaya setelah apa yang dilakukan maka rakyat juga akan berbondong-bondong mengikuti vaksin karena sudah ada contoh pejabat publik dan tenaga medis melakukannya.
“Jangan pejabat menunggu rakyat melakukannya terlebih dahulu, sehingga saya mengajukan diri agar rakyat bisa mengikuti atau mendukung program pemerintah ini,” jelas Rahakbauw. (Eln)










