HAB Kemenag ke-75 Tahun, Umat Diajak Jadikan Agama Inspirasi Bangun Bangsa dan Negara

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas, mengajak masyarakat agar menjadikan agama sebagai inspirasi dalam membangun bangsa dan negara.

Demikian sambutan tertulis Menteri Agama yang dibacakan Sekda Maluku, Kasrul Selang mewakili Gubernur Maluku bertindak selaku Inspektur Upacara di Hari Anak Bakti (HAB) Kementerian Agama ke 75 yang dilaksanakan di aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku, Selasa (05/01/2021).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Menag RI Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Yaqut juga mengajak umat beragama untuk mengedepankan akal sehat dan hikmah atau kebijaksanaan, dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan saat ini maupun di masa-masa yang akan datang.
“Di negara yang berdasarkan Pancasila ini, tidak ada diktator mayoritas atau tirani mayoritas. Semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, dimana hak seseorang dibatasi oleh hak orang lain,” tutur Gus Yaqut.

Di usia yang ke- 75 tahun ini, seluruh ASN dilingkungan Kemenag juga diajak untuk memaknai segala prestasi yang telah dicapai, dan menempatkannya sebagai momentum menebalkan niat dan motivasi dalam mencapai yang lebih baik di masa mendatang.
“Kementerian Agama memberikan anugerah penghargaan dan apresiasi kepada seluruh elemen umat beragama tanpa membedakan satu sama lain, atas dukungan, sinergi dan kebersamaannya mengawal tugas-tugas Kementerian Agama,” ajaknya.

Peringatan HAB Kemenag yang mengusung tema “Indonesia Rukun” ini, sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa untuk maju.
Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia.
“Pengembangan toleransi dan kerukunan antarumat beragama, juga merupakan karya bersama para tokoh agama, para Menteri Agama dan aparatur Kementerian Agama dari masa ke masa. Untuk itu, tanpa toleransi, maka tidak akan ada kerukunan,” terang Gus Yaqut.

Menurutnya, toleransi dan kerukunan antarumat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama. Karena pengalaman membuktikan toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan pihak yang lain berpegang pada hak-haknya sendiri.
“Dewasa ini, kita mengembangkan moderasi beragama, agar toleransi dan kerukunan yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan sehari-hari bangsa kita,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pancasila adalah ideologi pemersatu yang merangkum nilai-nilai ke-Indonesiaan sebagai bangsa yang beragama. Sila pertama dan utama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, meneguhkan identitas nasional sebagai bangsa yang beragama dan bermoral. (Eln)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60