Gerakan Lorong Kebun Beta

Sinergis Program Pemkot Ambon – BI Maluku, Lima Lorong Terpilih

AMBON, MG.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku menginisiasi program ‘Sejuta Polybag’ yaitu gerakan bercocok tanam dengan konsep urban farming di lingkungan tempat tinggal masyarakat dengan media tanam dalam pot.
“Selanjutnya, program tersebut disinergikan dengan program Lorong Kebersihan milik Pemerintah Kota Ambon yang telah sukses menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman, bersih dan asri di lorong-lorong Kota Ambon,” demikian dikemukakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi dalam press realesse yang diterima MenaraGlobal.com, Senin (18/03/2019).
Dari kedua program itu lanjutnya, dikemas dalam suatu gerakan Kemandirian Bahan Baku Pangan melalui Bercocok Tanam yang kemudian di sebut Gerakan Lorong KEBUN BETA.

Gerakan Lorong KEBUN BETA bertujuan memanfaatkan lorong/gang menjadi lokasi bercocok tanam dengan komoditas sayuran dan hortikultura yang menjadi penyumbang inflasi utama di Kota Ambon.
“Dengan menerapkan urban farming sebagai konsep utama, masyarakat lorong akan mengoptimalkan ruang terbuka di lingkungan tempat tinggal dan berkreasi dengan segala bentuk media untuk dapat digunakan bercocok tanam,” ungkapnya.
Beberapa media tanam yang digunakan, antara lain pemanfaatan polybag, botol bekas, tong bekas, dan segala bentuk barang yang dapat menampung tanah beserta tanaman.
Kerjasama antara Pemerintah Kota Ambon dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama yang ditandatangani Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Bambang Pramasudi pada tanggal 16 Maret 2019.

Dikatakan, Gerakan Lorong KEBUN BETA diterapkan pada 5 (lima) lorong, meliputi Lorong Pohon Pule RT 002/04, Lorong Soa Ema RT 002/01, Lorong Kampung Pisang RT 003/01, Lorong Leo Wattimena Passo RT 034/097, dan Lorong Elohim Latta RT RT 006/02.
Pemilihan lorong-lorong tersebut telah melalui tahapan panjang, dimulai dari rekomendasi Pemerintah Kota Ambon, yang kemudian dilakukan penilaian terhadap kondisi lingkungan, demografi dan topografi, serta dukungan masyarakat terhadap program tersebut.
Kemudian terpilih 5 (lima) lorong yang menjadi percontohan, yang diharapkan dapat diikuti oleh lorong-lorong lainnya di Kota Ambon.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku dalam hal ini memberikan dukungan berupa sarana prasarana pertanian meliputi benih dan bibit, tanah top soil, pupuk, peralatan pertanian, hingga satu buah Green House Mini di masing-masing lokasi pengembangan. Untuk mendukung pengendalian inflasi, jenis tanaman yang dipersiapkan adalah cabai rawit, cabai kriting, tomat, terong, ketimun, kacang panjang, bayam hijau, slada hijau, seledri, kangkung, dan berbagai jenis tanaman sayur lainnya.
“Diharapkan, melalui gerakan ini dapat membantu Pemerintah Kota Ambon dalam menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan agar stabilitas harga tetap terkendali,” harapnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2018, Kota Ambon mencatatkan inflasi sebesar 3,53 persen (yoy) dan masih berada di dalam sasaran inflasi sebesar 4±1 persen. Meskipun relatif rendah, inflasi di tahun 2018 tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2017 yang mengalami deflasi sebesar 0,05 perseb (yoy).
Sampai dengan bulan Februari 2019, inflasi Kota Ambon masih relatif terkendali dan berada pada level 2,83 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi Januari sebesar 3,37 persen (yoy).

Sampai dengan bulan Februari 2019, tekanan inflasi di Kota Ambon mulai meningkat khususnya untuk komoditas hortikultura dan bumbu-bumbuan. Bawang merah, tomat sayur, sawi hijau dan kangkung tercatat menunjukan kenaikan harga. Disamping faktor cuaca seiring meningkatnya curah hujan di Kota Ambon, kenaikan harga juga disebabkan melonjaknya harga komoditas tersebut di daerah pemasok seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Untuk itu, dibutuhkan penguatan produksi hortiikultura dan bumbu-bumbuan di lingkungan Provinsi Maluku, khususnya di Kota Ambon.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama dengan Pemerintah Kota Ambon berkomitmen mengawal stabilitas harga melalui ketersediaan pasokan bahan pangan di masyarakat.
Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Ambon, telah dilakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga komoditas volatile food. (on)

Tinggalkan Balasan