Teluk Ambon Tak Lagi Indah

Tulalessy : Keringkan Teluk Dalam

AMBON, MG.com – Akibat menurunnya kualitas Teluk Dalam Kota Ambon-Maluku maka pakar lingkungan dari Universitas Pattimura, DR. Abraham Tulalessy menyarankan agar Teluk Dalam dikeringkan.

Menurut Tulalessy, selama ini Teluk Dalam Kota Ambon telah direklamasi oleh pihak-pihak tertentu hingga mencapai 55 hektar.
“Daripada reklamasinya dicubit-cubit, lebih baik Pemerintah Kota Ambin lakukan pengeringan seluruh teluk dalam agar memperoleh lahan untuk pengembangan kota ke depan,” kata doktor lingkungan ini.

Tulalessy menegaskan, jika Teluk Dalam dikeringkan maka akan dioeroleh sekitar 1.300 hektar lahan baru yang bisa dikembangkan menjadi kota baru.

“Dikeringkan saja, sebab dermaga milik TNI AL di Halong telah dipindahkan ke Tawiri, yang ada dan berfungsi saat ini hanya dermaga milik Perusahaan Nusantara Fishery an Pelabuhan LIPI, dioindahkan saja ke Teluk Luar,” katanya.

Soal kualitas Teluk Dalam tambahnya Tulalessy, Teluk Dalam saat ini termasuk daerah dengan tingkat kesuburan yang rendah.

“Dulu, daerah tersebut merupakan fishing ground namun saat ini tidak ada lagi. Dulu selalu ada rumpon-rumpon untuk mencari ikan untuk umpan nelayan, sekarang tidak lagi,” katanya dengan raut wajah sedih.

Bahkan, dasar perairan sudah penuh dengan sendimen dan sampah yang menurut penyelam dari LIPI ketebalan sampah mencapai 6 meter. Akibatnya, kualitas perairan dan kesuburan Teluk Dalam menurun.

“Untuk itu sebaiknya Teluk Dalam dikeringkan dan dijadikan area kota baru dengan luas lebih dari 1.300 ha,” himbaunya lagi.

Untuk material pengurukan kata Tulalessy, bisa diambil dari owrbukitan di belakang Negeri Waiheru.

Dikatakan, jika tanah yang dibutuhkan untuk mengeringkan Teluk Dalam seluas 1.300 ha maka akan diperoleh lahan datar seluas 1.300 ha yang bisa dijadikan bandara.

“Jika ini dilakukan maka kita peroleh kota baru juga bandara,” tambahnya.

Pastinya, kata doktor lulusan UGM ini, harus ada langkah antisipasi karena pastinya terjadi kenaikan permukaan air setinggi 1 hingga 2 cm yang dialihkan dari Teluk Dalam ke Teluk Luar.
Untuk itu, harus dibangun benteng alam berupa talud untuk pesisir Teluk Luar.
“Saya pikir ini bisa dilakukan,” tegasnya.

Untuk diketahui, Kota Ambon memiliki Teluk yang sangat indah. Bahkan keindahan Teluk Ambon ini sempat dijadikan ikon Kota Ambon di masa lalu.

Sayangnya, keindahan Teluk Ambon tidak disertai dengan kesadaran masyarakat serta kebijakan pemerintah untuk menjaga kelestariannya.
Teluk Ambon saat ini menjadi Tempat Pembuangan Sampah terbesar.
Di masa lalu, kedalaman perairan Teluk Ambon mencapai 200 meter saat ini ditengarai hanya mencapai 40 meter akibat sampah dan sendimen. (On)

Tinggalkan Balasan