Seni Qasidah dan Gambus Jadi Media Dakwah

Dari Festival Bintang Vokalis Gambus Provinsi Maluku 2018

AMBON,MG.com – Seni Musik Qasidah dan Gambus merupakan media dakwah yang baik lewat nyanyian dan kata-kata. Karenanya, melalui seni musik ini diharapkan membentuk karakter generasi muda agar memiliki nilai Islami tinggi. Untuk itu, sedini mungkin anak-anak harus dirangsang mengenal musik Gambus. Demikian dikemukakan Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff saat membuka Festival Bintang Vokalis Gambus tingkat Provinsi Maluku 2018 di Gedung Islamic Center – Ambon, Jumat (16/11/2018).

Untuk itu, lanjut Assagaff, Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong dan mendukung festival keagamaan ini atau kegiatan keagamaan lainnya menjadi daya tarik destinasi wisata di Maluku.

“Festival keagamaan harus dipandang bukan sekedar seremonial saja, tapi sebagai wahana kembangkan peradaban umat dan bangsa. Apalagi bagi masyarakat Maluku yang hidup dalam realitas multikultur, multietnis dan multiagama, kegiatan seperti ini harus  dipertahankan dan dikembangkan sebagai upaya membangun Maluku menjadi laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia bahkan di dunia,” ingatnya.

Menurutnya, seni qasidah merupakan bagian dari akulturasi budaya, oleh karena itu, tema Festival Bintang Vokalis Gambus sangat tepat guna merefleksikan permasalahan bangsa dan daerah yang terjadi dewasa ini. “Patut pula diakui Gambus dan Qasidah berkontribusi bagi kemajuan bangsa, termasuk musik rebana yang makin memperkaya perkembangan musik di negara ini. Mari kita terus suarakan perdamaian dan persaudaraan sejati dari Maluku untuk Indonesia dan dunia lewat seni dan musik,” ajaknya.

Sementara itu, Fesal Musaad Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku, berharap, festival ini membawa manfaat dan rahmat bagi kemaslahatan bangsa dan negara. Karena dengan festival keagamaan yang dibalut musik menjadi benteng NKRI dan keislaman.

“Kita butuh musik dan hiburan religi untuk mengikat hubungan kekerabatan, oase menuju jalan persaudaraan sejati,” katanya.

Karena tambah Musaad, musik mampu mencairkan suasana dan menyejukan hati dan hidup. Bahkan Musik Gambus dapat menjadi pemersatu umat, membawa rahmat bagi semua orang melalui lantunan syair dan kata-kata.

Untuk itu, seni ini wajib dijaga, dipelihara, dikembangkan dan tingkatkan event keagamaan dari waktu ke waktu. “Bagi peserta dan official, junjung tinggi sportivitas dan kebersamaan, serta persaudaraan sejati,” kata Musaad mengingatkan. .

Untuk diketahui, pada Festival Bintang Vokalis Gambus tingkat Provinsi Maluku ke 23 tahun 2018 diikuti 46 peserta.

Ke 46 peserta ini terdiri dari kategori anak-anak dengan jumlah 15 peserta, remaja 16 peserta dan dewasa 15 peserta. Kegiatan ini akan dihelat selama 3 hari sejak 16 – 20 November 2018. Peserta berasal dari utusan Kabupaten Buru, Buru Selatan (Bursel), Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tengah (Malteng) dan Kota Ambon`

Tema yang diusung kali ini adalah  ‘Festival Seni Qasidah Memperkokoh Rasa Kebangsaan dan Persaudaraan Sejati di Maluku’.

Pemenang pada tingkat provinsi akan mewakili Maluku ke Festival Bintang Vokalis Gambus Nasional di Jakarta, pada 27 November 2018 mendatang. (on)

 

Tinggalkan Balasan