Hukurila Jadi Dewi Bulan

Pencanangan Ditandai Gerakan Tanam dan Pelihara Pohon

AMBON,MG.com – Negeri Hukurila yang terletak di Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon akhirnya dicanangkan sebagai Dewi Bulan (Desa Wisata Bahari Berkelanjutan) pertama di Kota Ambon.

Pencanangan program Dewi Bulan tersebut, ditandai dengan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon tahun 2018 oleh Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Maluku, Ny. Retty Assagaff di Pantai Tihulessy Negeri Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Sabtu (17/11/2018).

Ny. Retty dalam sambutannya mengatakan pencanangan gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan tim PKK Maluku, bertujuan untuk membangkitkan semangat, memotivasi serta menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari budaya dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, isteri Gubernur Maluku ini menegaskan keterlibatan perempuan pada program ini berdasarkan atas dua alasan yakni populasi perempuan saat ini lebih dari 50 persen jumlah penduduk serta keuletan dan ketabahan perempuan dalam bekerja diatas kaum laki-laki. “Perempuan mampu bekerja 12 jam per hari sementara kaum laki-laki hanya mampu bekerja 8 jam per hari,” katanya.

Dalam penilaiannya, kegiatan yang dilakukan saat ini sangat terpuji karen tujuannya untuk menyelematkan bumi dan lingkungan, serta tanggungajawab atas keberlangsungan hidup, alam semesta. “Karena bumi adalah titipan untuk generasi penerus masa depan mahkluk hidup,” katanya.

Dirinya berharap, kegiatan ini membangkitkan semangat masyarakat, menjaga lingkungan, merawat pohon untuk tumbuh dan berkembang sehingga bermanfaat bagi kehidupan, terutama sebagai penyediaan oksigen.

Kepala Dinas Kehutanan Maluku, Sadli Lie kepada wartawan menjelaskan, jumlah tanaman yang disediakan mencapai 100 anakan sedangkan yang didistribusikam kepada masyarakat untuk ditanam sebanyak 500 anakan, jenis pohon dan tanaman produkstif lainnya.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjadi sarana edukasi peningkatan kepedulian, kemampuan dan kemandirian perempuam akan pentingnya kelestarian lingkungan, serta mengajak perempuan untuk menanam dan memelihara tanamam sebagai salah satu upaya rehabilitasi hutan,” terangnya.

Sedangkan tujuannya, memotivasi masyarakat khususnya perempuan untuk mempertahankan daya dukung lahan dengan menanam pohon dengan memanfaatkan ruang dan lahan yang tersedia.

Sementara itu, terkait dengan penetapan Negeri Hukurila sebagai Desa Wisata Bahari Berkelanjutan (Dewi Bulan), Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menjelaskan, penetapan Hukurila sebagai Desa Wisata Bahari Berkelanjutan merupa­kan bentuk tindak lanjut dari Keputu­san Menteri Pariwisata Nomor 14 tahun 2014 tentang Tata Cara Penentuan Desa Wisata Bahari Berkelan­jutan.

Menurutnya, tim Reform Leader Academy yang ditunjuk mengerjakan program ini yakni Zalaludin Salampessy, Ilham Taoda dari Beppeda, Haris Anwar dan Donald Saimima dari Dinas Kelautan dan Perikanan serta Irawan Asikin dan Ongen Dwi Sangadji  dari Dinas Pariwisata menemuinya dan berdiskusi soal program tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi program ini, karena program yang ditawarkan Reform Leader Academy selaras dengan program Pemerintah Kota Ambon,” katanya.

Program ini lebih dikhususkan kepada sistem pengelolaan pariwisata sebagai destinasi yang diunggulkan. Masyarakat desa ini akan dilatih bagaimana membuat sesuatu menjadi menarik minat pariwisata dan cara mengelolanya menjadi sesuatu yang menguntungkan masyarakat.

“Di Maluku sendiri ada tiga program prioritas pariwisata yang diunggulkan yakni yakni periksanan budidaya, penangkapan, wisata perikanan serta wisata bahari berkelanjutan dan wisata rempah,” urainya. (on)

Tinggalkan Balasan