Pembongkaran Pasar Mardika, Pedagang Keluhkan Biaya Sewa

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Pemerintah Kota Ambon akhirnya memutuskan pembongkaran Pasar Mardika yang dimulai Rabu (24/05/2021) dini hari.

Pembongkaran tersebut dimulai pada area Gedung Putih Pasar Mardika.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Jhon Slarmanat, menurut analisa Dinas Pekerjaan Umum, pembongkaran ini diperkirakan memakan waktu tujuh hari termasuk proses pengangkutan material sisa pembongkaran.

“Analisa dari Dinas PU, diperkirakan 7 hari sampai dengan pembersihan,” Kata Slarmanat.

Dikatakan, pembongkaran dimulai pada area depan yaitu lapak yang berada pada badan jalan, sehingga tidak ada halangan saat alat berat hendak memasuki area tersebut.

Selesai pada area depan, pembongkaran pada area pelataran, setelah itu baru memasuki daerah dalam gedung.

Slarmanat menjelaskan, para pedagang yang berjualan akan dipindahkan sementara di Pasar Apung dan Pasa Ole Ole Tantui, termasuk para pedagang korden, pakaian, dan sejenisnya yang telah diakomodir ke Pasar Apung.

Dikatakan, pihaknya akan mencari solusi terbaik, termasuk mendapatkan kesempatan yang paling baik bagi masyarakat terkhusus pedagang.

“Dengan pembangunan Pasar Mardika yang baru, maka pedagang akan menikmati kenyamanan mengingat kapasitas gedung yang sudah tidak memadai untuk menampung pedagang yang ada saat ini,” terangnya.

Sementara itu, ada beberapa pedagang yang tidak puas dengan kebijakan pemerintah dengan relokasi pedagang.

Sebab, pedagang yang akan direlokasi harus membayar lapak sejumlah uang dengan besaran berbeda antara lain, untuk pasar apung Mardika, terbagi atas dua tipe yakni tipe A (132 kios) dikenai harga sebesar Rp. 2. 877. 528,60, sedangkan untuk tipe B (203 kios) seharga Rp. 2. 992. 106,01.

Kemudian untuk Pasar Ole-Ole Tantui, terbagi atas tiga tipe, Tipe A (48 kios) dikenai harga sebesar Rp. 3. 450. 122,73, tipe B (66 kios) dengan harga Rp. 3. 934. 614,52, dan tipe C (9 kios) dikenakan harga sebesar Rp. 3. 654. 874,89.

Sedangkan Pasar  Passo, juga dibagi atas tiga tipe, yakni tipe A (434 kios) dikenai harga sebesar Rp. 3. 598. 236,16, tipe B (250 kios) sebesar Rp. 3. 295. 830,59, untuk tipe terakhir yakni C (260 kios) kenakan harga sebesar Rp. 4. 024. 081,27.

“Dari mana kami memperoleh uang untuk membayar kios tersebut, sebab sejak pandemic kios kami sepi pengunjung. Selain itu, lapak kami sebelumnya juga baru dibayar sekitar Rp 3,5 juta belum sampai setahun kami sudah diharuskan pindah,” kata Husein Daeng Baco dengan raut wajah sedih. (FAL)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60