Perpanjang SK Penjabat Negeri Kaibobu, Pemerintahan Yasin Payapo Dikecam

  • Whatsapp
banner 468x60

PIRU, MG.com – Masyarakat adat Negeri Kaibobu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengecam tindakan Bupati SBB, Mohammad Yassin Payapo yang tidak mengindahkan permintaan dan usulan masyarakat Kaibobu agar tidak memperpanjang SK Jeffy A. Pesireron sebagai penjabat Negeri Kaibobu.
“Kami selaku anak adat Saka Mese Nusa mengecam dan mengutuk tindakan Bupati SBB, Mohammad Yasin Payapo yang tidak mengindahkan permintaan dan usulan masyarakat Kaibobu,” kata Luis Mantouw salah satu tokoh adat masyarakat Kaibobu dalam Rapat Negeri Kaibobu yang digelar di Balai Pertemuan Negeri Kaibobu oleh BPD dengan agenda pembahasan SK Penjabat Negeri Kaibobo yang diterbikan tanggal 17 Mei 2021.

Para tua-tua adat Negeri Kaibobu merasa Pemerintah Kabupaten SBB telah menipu dan mempermainkan nilai-nilai adat.

Jefry A Pesireron dalam jabatannya selaku Pejabat Negeri Kaibobu, sering lakukan pelecehan terhadap nilai adat Negeri Kaibobu.

“Selain sering lontarkan kata-kata hinaan, yang bersangkutan juga seringkali minum minuman keras dan saat mabuk sering mencaci maki warga negeri di lingkungan gereja juga di kediaman warga,” kata Mantouw.

Kekecewasn warga terhadap Jefry Pesireron yang juga adik dari Kepala Litbang Kabupaten SBB, Gaspar Pesireron telah dituangkan dalam usulan dan tuntutan ke Lembaga Permusyawaratan Desa/BPD.
Usulan tersebut, tembusannya dosampaikan ke Camat Seram Barat dan Bagian PEMDES Kabupaten SBB untuk menindak etika Jefri A Pesireron.
“Hal ini dilakukan agar Bupati tidak memperpanjang SK yang bersangkutan sebagai Penjabat Negeri Kaibobu,” tegasnya.

Sayangnya, Bupati SBB, Yasin Payapo dan jajarannya tidak menghargai masyarakat Negeri Kaibobu padahal sudah empat kali perwakilan Saniri dan tokoh masyarakat bersama BPD Kaibobu bertemu Kepala Bagian PEMDES untuk membahas masalah ini.
“Tembusan sudah diberikan kepada Bupati Yasin Payapo namun diam-diam pada tanggal 4 mei 2021 muncul SK perpanjang adik Kepala LIDBANG Kabupaten SBB ini sebagai Penjabat Kaibobo dengan tanggal 17 Mei 2021,” katanya.

Untuk itu, masyarakat Negeri Kaibobu menilai Bupati SBB, Yasin Payapo sengaja mengadu domba dan menipu masyarakat Kaibobu.
“Kami merasa ditipu dan diadu domba oleh Pemerintah SBB yang menerbitkn SK dengan waktu mundur,” kata Ketua BPB Kaibobo.

Mereka berjanji akan lakukan aksi besar-besaran menuntut hak masyarakat jika Pemkab SBB tidak meninjau ulang SK tersebut.
“Kami berjanji akan lakukan aksi jika Pemkab SBB tidak melihat persoalan ini dengan bijak,” tandasnya. (Kos)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60