AMBON, MG.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggelar Produktivitas Kewirausahaan Baru Produktif bagi 20 orang calon wirausaha baru dari Kabupaten Maluku Tengah.
Kegiatan tersebut mengusung tema,
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas (PPKTKP), dan diselenggarakan di aula Gereja Gideon Jemaat Suli, Kamis 11 Juni 2020.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Maluku, M. Taib Bandjar, SE, MSi dalam arahannya menjelaskan bahwa produktivitas merupakan ukuran keberhasilan suatu bangsa, ini berarti dengan meningkatnya produktivitas berarti ada peningkatan daya saing bangsa ini.
“Secara demografis sebagian besar masyarakat Indonesia tinggal di pedesaan dengan kondisi sosial ekonomi sosial masyarakat masih terbatas dengan kata lain masih lebih fokus pada sektor tertentu misalnya, pertanian, perikanan, perkebunan dan lainnya,” katanya.
Untuk itu tambah Bandjar, di masa pandemi ini, pihaknya menggelar kegiatan Produktivitas Kewirausahaan Baru Produktif bagi 20 orang.
“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap mengacu pada protap kesehatan yakni pakai masker, jaga jarak dan tetap rajin mencuci tangan,” katanya.
Menurut Bandjar, dalam rangka mendorong pemberdayaan ekonomi di pedesaan, maka dipandang perlu ada peningkatan mutu sumber daya manusia sehingga dapat menciptakan iklim yang mendorong investasi di pedesaan.
“Oleh karena itu, pemerintah melalui program kegiatan yang mengarah ke wirausahaan baru yang produktif berupaya berperan aktif meningkatkan taraf hidup masyarakat di pedesaan,” kata Bandjar.
Dikatakan, program ini sangat penting dilakukan saat ini lantaran bisa memberikan solusi bagi masyarakat untuk meningkatkan produktifitas selama masa pandemi covid-19.
“Dan pastinya berpengaruh pada perekonomian warga, karena pelatihan ini diberikan untuk memacu peserta menjadi wirausaha baru, dengan menggunakan konsep strategis peningkatan produktivitas masyarakat pedesaan,” terangnya.
Dengan demikian pemerintah dapat mengetahui desa potensial yang akan dibina dan ditingkatkan produktivitasnya sebagai desa produktif sekaligus mengidentifikasi dan mengembangkan potensi desa baik potensi ekonomi SDM dan SDA.
Pada kegiatan tersebut dilakukan pelatihan bagi 20 peserta perempuan dibidang Tata Boga dan Kuliner.
“Kegiatan ini merupakan program rutin yang dibiayai APBN setiap tahun untuk 80 orang namun kali ini kondisi tudak memungkinkan lantaran terjadi recofusing anggaran maka pelatihan dilaksanakan hanya untuk 20 peserta,” kata Bandjar lagi. (D2)










