BPBD Gelar Sosialisasi dan Trauma Healing Terpadu di Kairatu

KAIRATU, MG.com – Warga terdampak Gempa Bumi 6,8 SR di Dusun Dusun Kelapa Dua dan Waysari Desa Kairatu Kecanatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dikunjungi tim gabungan dari BPBD, LIPI, BMKG, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan relawan memberikan sosialisasi tentang fenomena alam dan pengobatan gratis.
Di Dusun Kelapa Dua, sosialisasi, pengobatan gratis dan trauma healing diikuti ratusan warga pengungsi.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPBD Provinsi Maluku, Dra. Farida Salampessy menghimbau agar masyarakat kembali ke rumah karena beratnya tinggal di lokasi pengungsian.
Menurut Salampessy, pemerintah telah menyediakan uang pengganti rumah yang rusak akibat gempa yakni Rp 10 juta untuk rumah yang rusak ringan Rp 25 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp 50 juta untuk rumah dengan tingkat kerusakan berat.
Selain itu, pemerintah menyediakan uang sewa tunggu rumah yakni sebesar Rp500.000 per bulan selama 6 bulan.
“Uang sewa tunggu rumah ini ditujukan bagi rumah dengan tingkat kerusakan berat yaitu rumah yang sudah tidak bisa ditinggali lagi,” katanya. Jika masyarakat merasa berat untuk pembangunan kembali rumah mereka maka akan dibantu anggota TNI dari Zipur dan Polri.

Pemerintah juga menyiapkan biaya untuk pembersihan rumah bagi seluruh masyarakat baik rumah yang rusak berat rusak sedang maupun rusak ringan.
“Tetapi bagaimana pemerintah mau bekerja membersihkan puing rumah sementara pemilik rumah masih berada di tempat pengungsian. Pemerintah tidak memaksa masyarakat harus segera pulang Tetapi masyarakat perlu mempertimbangkan banyak hal, salah satunya adalah gempa utama sebesar 6,5 SR, dan gempa susulan tidak akan lebih besar dari gempa utama,” jelasnya.
Salampessy juga menjelaskan jika setiap hari terjadi gempa namun gempa tersebut tidak dirasakan dan bukan hanya di Maluku tetapi gempa ini terjadi di seantero bumi.

Tuhan tambah Salampessy, tak akan memberika ujian melebihi kekuatan umatNYA.
“Kita harus bersyukur, karena masih dipelihara Tuhan Yang Maha Kuasa hingga hari ini, Tuhan memberikan ujian tidak melebihi kekuatan kita, pasti ada rencana lain bagi kehidupan kita setelah tahap ini, karena setiap ujian pasti ada hasilnya,” kata Salampessy. (On)

Tinggalkan Balasan