Unpatti Luluskan 1.297 Sarjana

Dua Hal Strategis dari Gubernur Maluku

AMBON, MG.com – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon kembali meluluskan sebanyak 1.297 orang sarjana dalam wisuda yang digelar, Kamis (5/9/2019). Wisuda yang berlangsung dalam Rapat Terbuka Luar biasa Senat Periode September 2019, ini dipusatkan di Aula Unpatti.

Gubernur Maluku, Drs. Murad Ismail pada kesempatan tersebut mengatakan, Wisuda Unpatti Ambon, merupakan sebuah anugerah dan berkat yang patut disyukuri dalam konteks keseriusan dan proses pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara berkelanjutan di daerah ini.
Dikatakan, wisuda merupakan momentum yang sarat makna dan penuh hikmah, berdasarkan konsistensi terhadap perwujudan visi kampus dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Bagi para wisudawan/wisudawati, maupun orang tua/wali, sanak keluarga, kerabat, sahabat dan teman-teman, wisuda merupakan wujud komitmen dan konsistensi dalam meraih cita-cita dan mimpi-mimpi,” katanya.
Capaian yang telah diraih para wisudawan tambah Murad, tidak saja merupakan sebuah harapan, kebanggaan dan kehormatan bagi keluarga semata, tapi juga merupakan harapan, kebanggaan dan kehormatan sebagai warga Maluku, warga bangsa dan negara Indonesia.

“Dengan apa yang dicapai oleh para wisudawan/wisudawati ini, berarti mereka telah mentransformasi diri menjadi modal sosial, kredit poin dan investasi strategis sumber daya manusia pembangunan daerah dan nasional,” tandasnya.

Menurutnya, dalam konteks itulah, selaku gubernur dirinya menyampaikan beberapa hal mendasar, penting dan strategis, diantaranya ; patut bersikap arif menerima perubahan signifikan yang menyebabkan terjadinya pergeseran yang signifikan dalam konteks kehidupan global.

Ini ditandai dengan hadirnya terobosan-terobosan baru di bidang teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), internet untuk segalanya (internet of things), kendaraan otomatis, percetakan tiga dimensi (3D), nanoteknologi, bioteknologi, sains material, penyimpanan energi dan komputasi kuantum yang sering disebut revolusi industri 4.0.

Kendati, pergeseran yang terjadi belumlah matang dan telah menjadi isu yang booming, sebut gubernur, akan tetapi level perkembangnnya dihitung telah mencapai titik infleksi (terjadi perubahan bentuk).
“Karena itu, kita juga masih harus memperhitungkan berbagai kemungkinan dampak, baik konstruktif maupun destruktif, yang bakal ditimbulkan akibat pergeseran yang terjadi,” tuturnya.

Murad meyakini, cepat atau lambat, pergeseran itu akan terjadi, sehingga harus bisa lebih siap untuk menerima berbagai kemungkinan dampak yang bakal terjadi.
“Oleh sebab itu, saya sangat berharap bahwa dunia Perguruan Tinggi di Maluku, termasuk Universitas Pattimura Ambon, bisa siap tampil responsif dan solutif atas segala kemungkinan itu,” katanya mengingatkan.

Karena itu, Unpatti dituntut harus mampu memacu diri dalam meningkatkan kualitas mutunya, yaitu, kualitas mutu tata kelola kelembagaannya, kualitas mutu pendidikannya hingga kualitas mutu pelayanan publiknya agar mampu beradaptasi dengan kemajuan revolusi industri 4.0.
“Untuk menuju ke arah itu, tidak bisa tidak, Unpatti Ambon membutuhkan komitmen kuat yang terbangun di atas kesadaran bersama tentang pentingnya budaya mutu; mampu melakukan internalisasi nilai-nilai yang menopang terbentuknya mentalitas yang apresiatif terhadap budaya mutu dan konsistensi dalam penerapannya secara berkelanjutan,” paparnya.

Apalagi di era yang serba kompetitif ini, sebut mantan Komandan Korps Brimob Polri ini, untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang eksis, maka yang penting dan mendasar untuk dilakukan adalah bagaimana sebuah lembaga pendidikan tinggi mampu menawarkan prospek lapangan kerja dan masa depan yang menjanjikan bagi para alumninya.
“Dan saya yakin, Unpatti Ambon terus bekerja keras untuk menjadi perguruan tinggi yang dirindukan dan menjadi impian bagi para calon mahasiswa di daerah ini,” ungkapnya.

Kedua, pemerintah daerah terus berupaya dengan penuh kesungguhan untuk meningkatan kualitas sumber daya manusia Maluku.
Dan untuk kepentingan itu, pemerintah sangat membutuhkan partisipasi aktif dan kontribusi nyata dari dunia perguruan tinggi.
“Pemerintah daerah sangat terbuka kepada perguruan tinggi untuk bekerjasama dan membantu pemerintah daerah dalam berbagai usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia Maluku kedepan,” tandas mantan Dankor Brimob Polri itu.

Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura Ambon, Prof. M.J Sapteno merincikan, lulusan Unpatti pada bulan September 2019, untuk Sarjana Strata Satu (S1) yang diluluskan berjumlah 1.207, sementara Starata Dua (S2) sebanyak 90 orang.
“Dari Jumlah tersebut dirincikan, sarjana pada Fakultas Hukum sebanyak 127 orang, Fakultas Sosial dan Politik 51 orang, Fakultas Keguruan dan Pendidikan 556 orang, Fakultas Ekonomi 116 orang, Fakultas Pertanian 84 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 104 orang, Fakultas Teknik 98 orang, Fakultas MIPA 45 orang, Fakultas Kedokteran 26 orang dan Pascasarjana sebanyak 90 orang ,” tutur M. Sapteno.

Sapteno menjelaskan, lulusan dengan predikat cum laude pada periode ini sebanyak 71 orang dengan rincian Fakultas Hukum 32 orang dengan IPK tertinggi 3,91, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 4 orang IPK tertinggi 3,69, Fakultas Pertanian 4 orang dengan IPK Tertinggi 3,92, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 8 orang dengan IPK Tertinggi 3,81, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 18 orang dengan IPK tertinggi 3,81, dan Fakultas Perikanan dan Kelautan 5 orang dengan IPK tertinggi 3,80. (*)

Tinggalkan Balasan