Masyarakat Harus Cerdas Pilih Informasi

AMBON, MenaraGlobal.com-Di era globalisasi saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Tentunya banyak manfaat positif yang dapat diperoleh dari pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.

Namun disamping itu, tidak dapat dihindari dampak negatif yang muncul, seiring perkembangan tersebut.

Salah satu hal yang perlu dicermati adalah berkembangnya berita hoax atau palsu melalui media sosial dan atau internet, yang semakin meresahkan dan berpotensi mengancam stabilitas lingkungan, baik nasional maupun kawasan ASEAN.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, mengajak masyarakat agar menjadi cerdas dalam memilih informasi yang diperoleh, dan masyarakat yang mengerti bahwasannya kesatuan dan persatuan masyatakat, bangsa dan negara lebih petning dari segalanya.

Hal ini disampaikan Sahuburua dalam sambutannya, dibacakan Staf Ahli Gubernur  Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Halim Daties, pada pembukaan diskusi publik ASEAN CoP dan pelatihan tangkal Hoax di Provinsi Maluku, yang berlangsung di lantai tujuh, Kantor Gubernur, Selasa (5/6/2018).

Menurutnya, diskusi publik ASEAN dirasakan sangat penting dan strategis, sebagai upaya komprehensif untuk mencegah dan menangkal penyebaran berita hoax/bohong dalam kehidupan masyarakat,

“Berita hoax telah menjadi isu dan perbincangan hangat, bahkan telah menyasar hampir sebagian masyarakat. Jika dicermati dengan seksama, banyak sekali berkembang berita hoax atau berita palsu yang sengaja dihembuskan  orang yang tidak bertanggungjawab untuk memecah belah persatuan dan kesatuan anak bangsa,” tegasnya.

Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah komprehensif untuk mencegah dan menangkal peredaran serta penyebatan berita Hoax atau berita palsu di dalam kehidupan masyarakat,

Lebih lanjut dikatakan, berita hoax atau berita palsu tidak akan terjadi dan berkembang jika masyarakat berfikir kritis dan proaktif untuk mencari kebenaran atas berita tersebut. Oleh karena itu, marilah kita bijak dalam menggunakan internet, media sosial, situs jejaring online dan aplikasi chat lainnya.

Disamping itu sebelum menerima, menyebarkan dan atau men-share suatu berita, diharapkan kepada masyarakat untuk meneliti dahulu kebenaran berita tersebur, sehingga tidak termakan dan memjadi penyebar berita hoax dan berita palsu.

Dirinya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, serta dapat membanghn pengetahuan dan kesepahaman bersama untuk mencegah dan menangkal penyebaran berita hoax atau berita palsu di Provinsi Maluku.(on)

Tinggalkan Balasan