Kasus Penari Erotis, Siap Disidangkan

AMBON, MG.com – Kasus penari erotis atas nama DJ.Meywa alias Nikita Woworuntu siap disidangkan setelah penyidik Polda Maluku melimpahkan berkas tahap II ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

“Sudah jadi kewenangan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, setelah penyidik Ditkrimum Polda Maluku melaksankan proses tahap II atau penyerahan berkas tersangka DJ Meywa dan barang buktinya ke JPU, yang berlangsung administrasinya di Kantor Kejari Ambon,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat kepada wartawan, Kamis (14/6/2019) di Ambon.

Setelah tahap II, kata Roem, DJ Meywa akan diadili di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, setelah Penuntut Umum Kejati Maluku selesai menyusun surat dakwaan dan adminitrasi lainnya sebagai syarat pelimpahan berkas perkara ke pengadilan.
“Kewenangan penyidik selesai, dan jaksa akan memroses hingga pengadilan. Tersangka (DJ Meywa) akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di persidangan di pengadilan,” tuturnya.

Tersangka DJ Meywa ini dikenakan pasal 36 juncto pasal 10 UU Nomor: 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukumana 10 tahun dan pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman 2,8 tahun.
Diketahui, DJ Meywa dengan tubuhnya penuh tato itu ditangkap, di Provinsi Bengkulu, Dia ditangkap pada Jumat, 15 Februari 2019, setelah buron beberapa bulan lamanya.
Dia diduga melarikan diri setelah tarian stripis di Karoke Anang Family yang dilakoninya menjadi viral.
“Tersangka DJ Meywa, berkasnya sudah diserahkan ke Jaksa beberapa waktu lalu,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat kepada pers sebelumnya.

Tarian erotis yang diperlihatkan DJ Meywa itu, sempat viral di dunia maya, dan menghebohkan publik Maluku, kusunya di Kota Ambon. Polisi bekerja cepat dan intens hingga, perkara ini bergulir hingga perbautan wanita itu dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Sebelumnya, Penasehat Hukum tersangka DJ Meywa ini serasa janggal dengan penetapan tersangka tunggal dalam kasus tersebut. Padahal, ada penyelenggara atau panitianya, dan orang yang menjual tiket.
“Kami yakin, dengan kerja polisi, bukan hanya satu tersangka di kasus ini. Sebagai Penasehat Hukum yang mendampingi klien kami, kami yakin ada tersangka lain. Kan ada panitianya, ada orang yang menjual tiketnya. Kami akan memperjuangkan keadilan terhadap klien kami,” tutur Rony Samloy yang didampingi M. F. Salmon, R. A. Manusiwa dan B. Adam kepada wartawan beberapa waktu lalu.(*)

Tinggalkan Balasan