Samloy : Pertimbangan Kamanusiaan Bagi Tersangka Kasus Sopi

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Berikan efek jera bagi terduga pelanggar hukum tidak harus dihukum. Karena hukum juga memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang mestinya dipertimbangkan sebagai bentuk bimbingan dan pembinaan.

Hal ini yang mestinya diterapkan bagi dua tersangka pembawa dan penjual sopi, Julius Yakob dan Demianus Maskait, warga asal Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang tertangkap tangan bersama barang bukti sopi/minuman tradisional beralkohol.
Pembuatan sopi merupakan mata pencaharian utama sebagian masyarakat MBD.

Kedua tersangka telah ditahan sejak tertangkap dan saat ini harus menjalani proses hukum.
Demikian fikemukakan, Kuasa Hukum kedua tersangka tersebut, Rony Samloy kepada wartawan, di Ambon, Selasa (21/05/2019) meminta kebijaksanaan dan pertimbangan kemanusiaan dari Polda Maluku dan Kejati Maluku terhdap kedua tersangka dimaksud.

“Para tersangka memiliki tanggungan terhadap isteri, orang tua dan anak-anak. Anak mereka terpaksa putus sekolah,
Isteri dari satu tersangka baru saja melahirkan dan karena persoalan ini, mereka tidak bisa merawat anak mereka, untuk memperoleh asupan gizi yang baik bagi anak-anak. Lalu, apakah ini namanya proses penegakan hukum yang berprikemanusiaan ? Bagi kami harus mempertimbangkan juga aspek kemanusiaan terhadap mereka,” tegas wartawan senior ini.

Lebih pas lanjutnya, ketika sopi dimusnahkan, tersangka jangan ditahan.
“Diberikdn pembinaan, agar mencari mata pencaharian lain. Dari awal sebenarnya, kami melihat bahwa ada kekeliruan soal penerapan hukum dalam kasus ini, artinya bahwa mereka disangkakan dengan UU Pangan dan Bahan berbahaya. Dan ini baru pernah terjadi di Maluku,” katanya.

Samloy meminta Wakil Gubernur sebagai anak daerah MBD dan wakil rakyat asal MBD untuk menyikapi ini dengan pendekatan mata hati. Karena sesungguhnya, mereka ini adalah korban kesewenang-wenangan.

“Kami akan berjuang agar keduanya dapat dibebaskan. Kami juga akan melakukan audents dengan Wakil Gubernur Maluku dan jiga wakil rakyat untuk bagaimana mencari soluai dalam perkara ini. Bahwa tidak boleh ada intervensi. Tapi paling tidak bisa memberikan masukan bahwa kedua orang ini memiliki tanggungan,” cetusnya.
Ditanya soal hal terburuk ketika perkara ini dilanjutkan. Samloy mengaku akan berjuang semaksimal mungkin untuk membebaskan kedua kliennya itu.
“Kita akan berjuang semaksimal mungkin dengan fakta dan argumen dan kami akan bekerja secara qll out ketika kasus ini disidangkan,”tandasnya.
Untuk diketahui, kasua ini ditelah dilimpahkan Polda Maluku ke Kejati Maluku sejak beberapa waktu lalu.
Ini merupakan kasus sopi pertama yang dilimpahkan Polda ke Kejaksaan. (On)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60