Minim Akses dan Regulasi, Perparah Kondisi Maluku

AMBON, MG.com – Akses dan rentang kendali yang sulit, disertai tingginya harga tiket pesawat membuat Maluku makin tertinggal apalagi ditambah regulasi yang dibuat Pemerintah Pusat makin memperburuk kondisi Maluku. Demikian dikeluhkan Wakil Gubernur Maluku, Drs. Barnabas Orno saat memberikan sambutan di Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku dalam rangka stabilisasi harga dan pasokan barang kebutuhan pokok jelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1440/H tahun 2019 di Lantai tujuh Kantor Gubernur Maluku, Selasa (30/4/19).

Selama ini kata Orno regulasi yang ditetapkan Pempus membuat tidak ada keleluasaan bagi daerah mengembangkan diri dan mengelola potensi daerahya secara penuh dan maksimal.
Belum lagi ditambah perizinan berinvestasi yang panjang dan ribet.
“Harus ada kelonggaran regulasi, guna mempermudah investasi berkembang di Maluku. Regulasi harus diubah, kalau mau Maluku maju,” katanya.

Menurut Orno, jika ruang tidak diberi bagi daerah dengan mengubah regulasi, maka Maluku akan terus seperti ini.
“Kita mesti diberi ruang lebih luas oleh Pempus untuk mengatur pengendalian harga bahan pokok dan stabilisasi harga. Orang Maluku asli tidak boleh menggeser kearifan lokal kita yakni sagu, enbal, serta ubi-ubian, potensi pangan lokal, harus diberdayakan, sistem persawahan hanya di daerah transmigran nasional,” katanya bersemangat.

Orno menitipkan pesan Gubernur Maluku, Murad Ismail agar TPID tingkatkan koordinasi guna menekan inflasi, stabilisasi harga terutama komoditi lokal dan pasokan barang kebutuhan pokok.
Kepala daerah diminta intens berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban daerah menjelang bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1440/H tahun 2019.

Menyikapi pernyataan Wakil Gubernur Maluku, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Perdagangan, Suhanto mengaku, kunjungan ke sejumlah daerah termasuk Maluku dilaksanakan guna mengecek harga dan ketersediaan bahan pokok, seperti gula, beras, minyak goreng serta bahan pokok lainnya seperti bawang dan cabai.
Kegiatan ini kata Suhanto, merupakan kegiatan rutin jelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, sesuai tiga mandat dari Presiden, dua diantaranya memastikan stabilisasi harga dan pasokan barang kebutuhan pokok aman.

“Maluku masuk lima besar daerah dalam menjaga inflasi. Maka diharapkan, harga kebutuhan pokok mengalami penurunan jelang Ramadhan. Kita akui, kenaikan harga tiket maskapai penerbangan juga berpengaruh pada aspek perekonomian daerah dan nasional,” jelas Suhanto.

Sementara itu, tambah Suhanto, permintaan Wakil Gubernur Maluku terkait perubahan berbagai regulasi agar memberi ruang lebih ke daerah soal perdagangan, investasi dan sektor lainnya, menjadi perhatian dan catatan untuk dipelajari. (on)

Tinggalkan Balasan