Ketahanan Pangan, Pilar Pembangunan

AMBON, MG.com – Pencapaian ketahanan pangan masyarakat Maluku merupakan salah satu pilar pembangunan daerah maupun nasional yang fundamental bagi kemajuan pembangunan dan kualitas hidup masyarakat.
“Perwujudan Ketahanan Pangan masyarakat menempati posisi sentral dalam peningkatan produktivitas daerah maupun nasional serta perbaikan taraf hidup masyarakat di daerah ini maupun warga Negara. Bukan hanya dengan ketersediaan dan kecukupan pangan akan memberikan gizi dengan komposisi cukup bagi peningkatan produktivitas akan tetapi juga memberikan dukungan pada peningkatan kualitas hidup dan keberlanjutan Pembangunan di daerah ini,” demikian dikemukakan Staf Ahli Gubernur Maluku, Ronny Tairas pada Launching Toko Tani Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, di TTC Kebun Cengkeh Desa Batu Merah, Ambon, Kamis (04/03/2019)

Pemerintah Provinsi Maluku mengapresiasi
Dinas Ketahanan Pangan Maluku yang telah merilis program yaitu Toko Tani Indonesia Center dalam rangka ikut meminimalisir gejolak harga yang berakibat terjadinya lnflasi di Provinsi Maluku.

“Persoalan yang dihadapi dalam pembangunan pangan adalah petani kita masih dihadapkan pada fluktuasi harga produk komoditas yang dihasilkannya,” katanya lagi.
Menurut Tairas, harga komoditas pertanian khusus pangan selalu berfluktuasi terutama saat panen raya, harga jatuh pada titik ekstrem terendah.
Namun akan terjadi sebaliknya harga akan melambung tinggi saat terjadi masa paceklik, konsumen menjadi terkendala oleh daya belinya dalam mengakses pangan dan menyebabkan sebagian masyarakat masuk menjadi kelompok masyarakat rawan pangan dan berpotensi menimbulkan keresahan sosial.
Fluktuasi harga dan pasokan pangan yang tidak menentu, tidak hanya akan menimbulkan keresahan sosial namun lebih jauh akan mempengaruhi kemampuan pengendalian inflasi.

Sebagaimana dirilis oleh Bank Indonesia bahwa Pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan II 2019 diperkirakan berada pada rentang 5,95% 6,35% (yoy).
Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan II 2019 dari sisi Permintaan akan ditopang oleh komponen Konsumsi Pemerintah, Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) dan Konsumsi Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga (LNPRT).

Begitu pula Inflasi Provinsi Maluku untuk triwulan II 2019 diperkirakan meningkat namun masih tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi Provinsi Maluku 2019 sebesar 3,511 persen (yoy).
Inflasi Maluku pada triwulan II 2019 diperkirakan menurun atau
berada dalam kisaran 2,93 persen (yoy) 3,33 persen (yoy).
Peningkatan tekanan inflasi di Maluku pada triwulan II 2019 disebabkan oleh 4 kelompok utama, yaitu kelompok Bahan Makanan, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau, kelompok Sandang dan kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian Toko Tani Provinsi Maluku yang ditandai dengan pengguntingan pita. Peresmian ini dilakukan Ronny Tairas atas nama Pemerintah Provinsi Maluku. (on).

Tinggalkan Balasan