PD Panca Karya Semakin Membaik

AMBON,MG.com – PD Panca Karya sebagai BUMD terbesar di Maluku saaat ini sedang berproses menuju kearah lebih baik. Walaupun kondisi internal perusahaaan daerah ini tidak bisa dibilang ringan. Pasca diambilalihnya pengoperasian oleh Managemen PD Panca Karya dibawa komando Dr. Ir. Anthonius Sihaloho, MT, kondisi perusahaan ini mulai membaik.

Ini dibuktikan dengan pembayaran hak karyawan  bulan September Oktober, November dan Desember 2018 telah dilakukan’. “Hak karyawan sudah kami bayar hanya saja sisa pembayaran dari direksi  lama belum bisa terbayarkan, tunggu kondisi perusahaan ini membaik maka kami akan mencicilnya, sebab dari total gaji karyawan sebesar Rp 1,3 miliar sudah kami bayarkan sekitar Rp 300 juta,” kata Sihaloho kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (8/03/2019).

Sihaloho tidak menampik masih banyak cicilan yang harus dibayar terkait dengan hak karyawan, sebab saat dirinya diberi kepercayaan untuk memimpim perusahaan milik daerah tersebut belum sehat.

“Meski begitu kami tetap berupaya membayar walaupun dengan cara mencicil, ini menunjukan ada progres,” katanya lagi.

Saat ini, PD Panca Karya terus melebarkan sayapnya dengan membuka tiga bidang usaha baru dibidang PU,  Pertanian dan Perikanan.
Pelebaran sayap usaha ini dilakukan setelah digelar rapat bersama direksi lengkap maka diputuskan penambahan bidang usaha dimaksud.

“Sebelumnya sudah ada tiga bidang usaha yakni perhubungan, perbengkelan dan kehutanan. Sesuai Perda Nomor 4 tahun 2012 tentang bidang usaha PD Panca Karya, terdapat enam bidang usaha, maka tahun ini ditambah tiga bidang usaha agar bisa mencapai target PAD yang telah ditetapkan,” kata Sihaloho, belum lama ini

Menurut Sihaloho, sebagai langkah awal, pihaknya telah lakukan kerjasama dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understand (MoU) antara PD Panca Karya, PT. Pertamina dengan perusahaan milik Prancis yakni PT Solotanchi Bachi dengan nilai investasi sebesar Rp 1,3 triliun.

Selain itu, juga ada kerjasama membangun pelabuhan di Pulau Selaru antara lain, pembangunan dermaga, gudang, lapangan terbang, jalan dan penampungan migas.
“Itu merupakan fasilitas pendukung untuk 7 blok migas yang ada di Maluku Tenggara Bagian Selatan. Salah satunya adalah INPEX yang saat ini telah eksplorasi dan yang lain dalam proses. Untuk blok Aru sudah ada investornya,” kata Sihaloho.

Sihaloho menjelaskan, menurut Pertamina dan Perusahaan milik Perancis menurut Pertamina dan pwrudahaan perancia inj mwmiliki potensi untun dik2mbangkan maka mereka bekwrja sama dengan BUMD Maluku yakni PD. Panca Karya. (On)

 

Tinggalkan Balasan