Gubernur – Wagub Maluku Pamit

Assagaff : Jaga Tali Silahturahim

Sahuburua : Setiap Masa Ada Pemimpinnya dan Setiap Pemimpin Ada Masanya

AMBON, MG.com – Tinggal menghitung hari, masa jabatan Ir. Said Assagaff dan Dr. Zeth Sahuburua akan berakhir.
Sebelum tanggal 10 Maret 2019, keduanya berpamitan ke ASN Provinsi Maluku namun sehari sebelumnya kefuanya telah berpamitan kepada jurnalis yang tugas peliputannya di Pemerintah Provinsi Maluku.

Moment perpisahan yang dilaksanakan di halaman kantor Gubernur, Selasa (6/3), dalam nuansa haru.

Gubernur Said Assagaff dalam sambutannya sempat mengeluarkan air mata, menceritakan separuh umurnya mengabdi untuk Maluku, dimulai dari pegawai honor di Bappeda tahun 1980, kemudian diangkat sebagai Kepala Sub Bagian, Kepala Biro Pembangunan, Kepala Bappeda, Inspetorat, dan puncaknya menjabat sebagai Seketaris Daerah Maluku.
Setelah pensiun, Assagaff terjun dalam politik dan menjabat sebagai Wakil Gubernur mendampingi Karel Alberth Ralahalu setelah itu terpilih sebagai Gubernur Maluku.

“Saya sangat sedih akan perpisahan, selama 38 tahun atau setengah umur saya mengabdi untuk Maluku, ada banyak sukacita yang dialami bersama sama seluruh ASN,” ujarnya

Oleh karena itu, dirinya menyampaikan banyak terimakasih kepada semua ASN karena telah membantu bekerjasama semaksimal mungkin membawa Maluku kearah yang lebih baik, hal ini dibuktikan dengan kemajuan Maluku dua sampai tiga langkah kedepan, bukan lagi satu langkah.

“Terima kasih kalian semua sudah membantu kami dalam menjalankan roda pemerintahan. Apabila ada hal yang menyingunng dan kurang berkenan, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Tak lupa dirinya mengharapkan, dalam proses pemerintah kedepan ASN dapat bekerja secara profesional, “Insya Allah pasti akan dipakai, tidak usah percaya dengan isu yang ada, kerja percaya diri bangun terus silahturahim antara sesama rekan kerja,”ucapnga.

Diakhir masa tugasnya ini, dirinya juga telah bertemu Presiden Joko Widodo, beliau menitipkan salam kepada masyarakat Maluku.

Menurutnya, Presiden sangat mencintai Maluku, lewat kunjungan kerja yang sudah keenam kali di bumi raja-raja ini.
“Beliau sangat mencintai kita, karena itu kita jangan lupa pengorbanan beliau kepada Maluku,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, mengungkapkan setiap masa ada pemimpin dan setiap pemimpin ada masanya,
“Karena itu diakhir tugas saya sangat bersukacita diakhir masa jabatan bisa berkumpul dengan seluruh ASN,” tuturnya.

Diutarakan, selama memimpin bersama Gubernur selama lima tahun, tidak pernah ada permasalahan, karena tugas yang dijalankan dengan semangat profesionalisme, dengan visi mantapnya pembangunan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

“Kami menyadari dalam lima tahun, visi yang ditetapkan belum kami selesaikan menyeluruh, harapan kita itu akan diteruskan untuk membangun daerah dan bangsa ini,” tukasnya.

Selama lima tahun, dirinya bersama Gubernur telah meletakan bekal tanggungjawab kepada ASN agar dapat bekerja secara profesionalisme.

Diakhir sambutannya dirinya menyampaikan terima kasih atas dukung moril, maupun sumbangan pikiran yang diimplementasikan untuk membangun Maluku. Jika ada hal-hal yang selama ini tidak berkenan di hati ASN, dirinya bersama Gubernur memohon maaf.
“Walaupun akhir masa jabatan kita berdia telah selesai, tetapi pengabdian untuk daerah dan bangsa ini tidak akan pernah sirnah,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku, dr. Froena Koedoeboen dalam pesan dan kesan mewakili ASN perempuan, mengucapkan terima kasih dan pengharagaan yang tinggi untuk kepemimpinan putra terbaik Maluku yang selama ini menginspirasi kami.

“Gubernur dan Wakil Gubernur memberikan contoh bagaiamana bekerja, kerjasama dalam khas budaya Maluku, menciptakan kehangatan keakraban, hambel, mendahulukan yang lebih tua, apalagi dalam keseteraan gender dibuktikan perempuan semua menduduki jabatan eselon, suasana kerja harmonis terus terjaga terutama dalam ivent bersifat nasional tentu persitiwa ini tersimpan rapih disetiap ASN, gerenasi penerus kelak sebagai rujukan menghadapi tugas yang sama,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku, Syarief Bakrie dalam sambutannya mewakili ASN laki-laki, mengatakan tidak ada perpisahan tetapi tugas dan tanggungjawab sebagai pemimpin daerah yang selesai.

Menururnya, Gubernur dan Wakil Gubernur merupakam sosok yang sempurna. tidak pernah hidup tanpa jabatan. “Pak Said merupakan ASN tulent dari staf biasa menjabat Kepala Bappeda, Sekda, Wakil Gubernur dan terkahir Gubernur, sedangkan pak Zeth Sahuburua meruoakan seorang Guru yang beralih sebagai seorang politik yang luar biasa, pimpinan partai politik, ketua DPRD dan Wakil Gubernur,”jelasnya.

Dirinya mengakui, Gubernur dan Wagub memiliki sosok yang sangat mencintai rakyat Maluku,

“Daerah yang jauh, salah satunya Marlasi, Aru Utara beliau pigi untuk menjumpai dan melihat secara langsung kehidupan masyarakat disana dan mengagas program untuk pembangunan Maluku,”cetusnya.

Bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, kata Bakrie, selurh ASN mulai dari pimpinan hingga staf belajar toleransi, kebersamaan, kasih sayang.

Ramah tamah bersama ASN, ditutup dengan nyanyian lagu Kemesraan yang dibawakan seluruh pejabagn eselon II lingkup pemprov Maluku, dan jabat tangan dengan selurun ASN.(MG)

Tinggalkan Balasan