Ribuan Personil TNI-POLRI Ikut Simulasi Pengamanan Pemilu 2019

AMBON, MG.com – Sebanyak 3200 Personil gabungan TNI-Polri dan Pemda Maluku diterjunkan dalam kegiatan simulasi dan gelar pasukan pengamanan Pemilu 2019. Terdapat ratusan orang yang bertindak sebagai massa, sebagian merupakan Aparat Pengendali Massa (Dalmas).

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq dalam amanatnya mengatakan, apel gelar pasukan ini diselenggarakan untuk menyelaraskan koordinasi antara TNI, Polri dan Pemda dalam rangka pengamanan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Tahun 2019 mendatang, serta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang tinggi guna mengantisipasi setiap kecenderungan perkembangan situasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan merusak jalannya proses pesta demokrasi tersebut.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian kesiapan kita dalam menghadapi pemilu nanti, kegiatan ini hanya simulasi yang tidak diharapkan terjadi,” ujar Marga.

Usai apel gelar pasukan, Pangdam didampingi Danlanud Pattimura Kol. Pnb Antariksa Anondo, Danlantamal IX/Ambon Laksmana TNI, Antongan Simatupang, Kabinda Maluku Brigjen (TNI) Khairully, Perwakilan Gubernur Maluku yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Roni Tairas dan Kapolda Maluku, Irjen (Pol) Royke Lumowa meninjau kesiapan personil dan Ranpur/Randis yang digunakan pada Simulasi Pengamanan Pemilu Tahun 2019.

Skenario pengamanan, ketika terjadi keributan saat massa pendukung salah satu calon tidak terima dengan keputusan hasil calonnya dalam Pemilu.
Sejumlah kelompok yang tidak puas dengan hasil Pemilu di daerahnya, melakukan aksi protes hingga terjadi bentrokan antar warga dan pendukung parpol.
TPS dirusak, terjadi pembakaran dan pelemparan batu hingga tindakan anarkis.

Terdapat tiga tingkatan kondisi skenario yang menentukan pengamanan, yaitu aman, agak rawan, dan rawan.
Di tahap awal, akan diusahakan negosiasi oleh para Babinsa dan Babinkamtibmas.
Jika situasi mulai memanas, satuan Dalmas (Shabara) akan diturunkan. Ketika situasi sudah memasuki tahap rawan, giliran anggota Gabungan TNI-Polri yang dikerahkan.
Gas air mata dan kendaraan water cannon juga mulai digunakan untuk menenangkan massa. Tembakan-tembakan water cannon diarahkan kepada massa yang anarkis.

Aparat kemudian membawa korban yang terluka dan meninggal dunia dengan ambulans ke rumah sakit. Setelah itu diadakan mediasi oleh Dandim 1504/Ambon Letkol Inf Fendri dan Kapolres Pulau Ambon P.P Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso.

Akhirnya massa dapat diredam dan kondisi kembali kondusif. Setelah diberikan arahan agar tidak terprovokasi, masyarakat dan pendukung parpol membubarkan diri kembali menuju rumah masing-masing. Masyarakat kota Ambon sangat antusias menyaksikan kegiatan Simulasi Pengamanan Pemilu Tahun 2019. (on)

Tinggalkan Balasan