Dinas Perpustakaan Promosikan iMaluku

AMBON, MG.com – Dinas Perpustakaan Dan Arsip Daerah Provinsi Maluku mempromosikan aplikasi iMaluku, yakni aplikasi yang memungkinkan orang membaca buku dimana saja dan kapan saja tanpa harus berkunjung ke perpustakaan.
Demikian dikemukakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Maluku, Mustafa Sangadji kepada wartawan di ruang kerjanya usai pembukaan Promosi iMaluku kepada siswa-siswai SMP dan SMA di aula Perpustakaan Daerah Provinsi Maluku, Selasa (18/12/2018).
Sangadji menjelaskan, inovasi yang dilakukan merupakan jawaban setelah launching iMaluku tahun 2017 di gedung Islamic Center.
“Mestinya setelah launching iMaluku sudah bisa diakses namun ada banyak kendala sehingga baru bisa diwujudkan saat ini, kerjasama dengan PT Wolu Aksara Maya,” terang Sangadji.
PT Woolu Aksara Maya adalah pihak ketiga yang menggarap digitalisasi secara nasional dan iMaluku terkoneksi dengan iJakarta, iJogja, iKaltim dan lainnya.
Mustafa menyayangkan lambannya realisasi pengisian aplikasi iMaluku padahal boaya yang dibutuhkan termasuk minim yakni Rp 200 juta.
Karena keberadaan iMaluku juga menjawab tantangan zaman yang membutuhkan perkembangan dan inovasi.
“Orang akan semakin jarang ke perpustakaan, dan mengakses bacaan melalui aplikasi akan menjagi solusi. Selain itu, kami berharap kehadiran iMaluku bisa merangsang minat generasi muda memperoleh bacaan bermutu,” katanya.
iMaluku, tambah Sangadji merupakan digitalisasi perpustakaan sebab ada ribuan judul buku yang bisa diakses melalui aplikasi yang baru ada pada sistem operasi android.
Promosi dan sosialisasi tersebut di hadiri hampir 100 siswa SMP dan SMA yang nantinya menjadi corong tentang iMaluku di lingkungannya.
Ada beragam kategori bacaan yang bisa dipilih. Mulai dari Agama, Biografi, fiksi, sejarah, filsafat, dunia pertanian ada di aplikasi iMaluku.
Mustafa tidak memberi angka pasti. Menurutnya ada sekitar 4.000 judul buku yang sudah ada dalam aplikasi iMaluku. Kategorinya pun beragam. Mulai dari sejarah, budaya, fiksi, biografi, pendidikan agama, Bahasa asing, arsitektur.
Mustafa optimistis cara ini mampu memancing minat baca orang Maluku.
Saat ini koleksi buku di Perpustskaan Provinsi Maluku sudsh tergolong kadaluarsa dan tidak ada pengadaan buku baru. Misalnya, ada buku IT yang saat ini tidak lagi digunakan.
Kendalanya hanya satu yakni keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk dinas ini. Padahal, untuk pemeliharaan kantor, pengadaan buku serta operasional dibutuhkan anggaran Rp 5 miliar.
“Area yang luasnya sekitar 4.000 meter ini butuh banyak biaya, mulai dari pemeliharaan gedung pengadaan buku baru karena buku harus diperbarui, biaya pekerja lepas hingga kelayakan ruang baca.
Saya sudah bicara dengan bagian keuangan untuk itu. Sudah mau dua tahun di sini tapi tidak ada pembelian buku baru,” keluh Mustafa.
Mustafa berharap, permasalahan ini bisa tertangani. (On)

Tinggalkan Balasan