Ratusan Triliun Kerugian Akibat Investasi Bodong

AMBON, MG.com – Investasi bodong yang merugikan masyarakat penyebab utamanya adalah masyarakat mudah tergiur dengan suku bunga tinggi. Demikian dikemukakan Analis Departemen Penyidik Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Akta Bahar Daeng di kegiatan Media Gathering yang berlangsung si The Natsepa Hotel – Ambon, Jumat (23/11/2018).
“Masyarakat belum paham investasi, apalagi pelaku menggunakan tokoh agama, tokoh masyarakat dan selebriti,” kata Akta.
Menurutnya, dampak yang ditimbulkan akibat investasi bodong antara lain, menimbulkan ketidakpercayaan dan image negatif terhadap produk keuangan, menimbulkan potensi instabilitas atau timbulkan korban yang cukup besar dan menganggu proses pembangunan.
Untuk iru disiapkan grand strategi dalam penanganan investasi ilegal, misalnya dengan melakukan tindakan preventif. Tindakan preventif misalnya perkuat Satgas Waspada Investasi, dengan mewajibkan seluruh industri keuangan yang belum terdaftar khususnya untuk LKM, fintech, dan pegadaian swasta agar segera mendapatkan izin OJK..
“Selain itu, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, meningkatkan peran OJK dan Satgas Waspada Investasi di daerah untuk deteksi dini dengan cara merespon secara cepat pengaduan masyarakat, publikasi kegiatan investasi ilegal untuk menciptakan tren jumlah investasi ilegal menurun,” jelasnya.
Juga menerapkan tindakan represif, yakni menangani investasi ilegal sebelum banyak dengan mencabut izin, menghentikan, serta menutup perusahaan investasi ilegal. ” Juga memperkuat proses penegakan hukum bagi pelaku investasi ilegal serta bersama anggota Waspada Investasi membentuk criais centre untuk korban investasi ilegal,” terang Akta lagi.
Akibat beroperasinya investasi ilegal menimbulkan kerugian besar.
“Diperkirakan total kerugian negara dari tahub 2007 hingga 2018 mencapai sekitar Rp 117 triliun,” jelasnya.
Contoh kasus yang menonjol antara lain, PT First Travel dengan jumlah korban 63.310 orang dengan estimasi kerugian Rp 905 miliar.
PT. Hannin Tour 1.882 korban, estimasi kerugian Rp 37,8 miliar, PT Solusi Balad Lumampa 12.845 korban estimasi kerugian Rp 300 miliar, PT Amanah Bersama Umat 86.720 orang korban dengan estimasi kerugian Rp 1,8 triliun.
Satgas Waspada Investasi tahun 2017 hingga 2018 telah berupaya mengeluarkan banyak himbauan.
Misalnya, pada tahun 2017 Satgas Waspada Investasi mengeluarkan himbauan untuk berhati-hati terhadap kegiatan 80 entitas.
Pada Oktober 2018, Satgas Waspada Investasi telah mengumumkan siaran pers untuk menghimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap 108 entitas yang diduga lakukan kegiatan usaha tanpa izin dan berpotensi merugikan masyarakat. (on).

Tinggalkan Balasan