Problem Kesehatan Daerah 3T Maluku Dijawab Kemenkes

AMBON,MG.com – Daerah perbatasan yang masuk kategori, tertinggal, terluar dan terdepan (3T) di Maluku saat ini tidak lagi memiliki persoalan dengan tenaga kesehatan. Sebab, kuota tenaga kesehatan untuk daerah 3T telah dipenuhi Kementerian Kesehatan dengan cara menempatkan tim Nusantara Sehat.  Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meykal Pontoh kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (16/11/2018).

“Tim Nusantara Sehat ada yang diorganisir atau organisasi namun juga ada yang perorangan atau pribadi,” terang Pontoh.

Sistem yang diterapkan Kementerian Kesehatan dalam menempatkan tim Nusantara Sehat adalah dengan memperhatikan kebutuhan daerah. “Misalnya, di Puskesmas Perbatasan tidak ada tenaga dokter maka hanya dokter yang ditempatkan, namun jika Puskesmas tersebut tidak memiliki tenaga perawat atau bidan dan lainnya maka akan ditempatkan tim. Tim Nusantara Sehat beranggotakan tujuh atau delapan orang,” terang Pontoh.

Diakuinya, kebutuhan tenaga kesehatan di Maluku telah memadai hanya distribusinya yang tidak merata.

Contohnya, di daerah perkotaan misalnya di Ambon dan Maluku Tengah, tenaga kesehatan bisa mencapai 50 hingga 70 orang sementara di tempat lain, yang lebih terpencil hanya ada tenaga kesehatan 4 hingga lima orang. “Jadi bukan Maluku kekurangan tenaga kesehatan namun penyebarannya yang tidak merata,” jelasnya lagi. (on)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan