Lawatan Kabagpol dan Humas Kedubes Kanada di Maluku

Dean – Assagaff Diskusi Lebih Dari Dua Jam

AMBON,MG.com – Kepala Bagian Politik dan Hubungan Masyarakat Kedutaan Besar Kanada, Geogffrey J.C Dean berkesempatan bertemu Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff dalam kunjungannya ke Maluku, Jumat (16/11/2018) dan berdiskusi selama 2 jam  di ruang kerja Gubernur Maluku.

Kepada Assagaff, Dean mengaku telah mengelilingi beberapa provinsi  dan dibenaknya dia yakin tantangan di Maluku cukup berat.  Dean bertanya soal tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat dan Pemerintah Maluku  dari sisi pertumbuhan ekonomi, pasar, pariwisata dan lainnya.

“Saya jelaskan semuanya bahwa wilayah Maluku lebih banyak laut, kita bangun jaringan konektifitas, tol laut, beberapa wilayah Seram Bagian Selatan, Aru dan lainnya bisa memanfaatkan tol laut untuk memasarkan produk mereka ke Pulau Jawa,” terang Assagaff kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku usai pertemuan dimaksud.

Menurut Assagaff,  Dean menanyakan tentang jaringan transportasi  yang bisa dibantu atau diperhatikan Kanada.  “Saya jawab, kalau Kanada mau membantu Maluku  maka kami butuhkan adanya peningkatan SDM. Saya minta bagaimana aparatur pemerintah daerah bisa digembleng pada  kapasitas bidang perencanaan, pengembangan perencanaan, misalnya membangun kota, membangun desa atau di bidang transportasi,” terangnya.

Sedangkan di bidang perikanan, Dean mengaku pernah ke Tokyo dan mendapati ikan asal Maluku.

Menyikapi hal itu, Assagaff menjelaskan bahwa potensi ikan tuna di Maluku memiliki kualitas sangat bagus  dan ingin agar brand Maluku diangkat.

Dean Juga bertanya soal pasaran ikan Maluku selain Tokyo, Amerika dan Eropa. Dean kata Assagaff ingin agar produksi ikan Maluku dipasarkan juga ke Kanada.  “Saya bilang silahkan yang penting ada pasar di sana, dan Dean akan mengunjungi salah satu eksportir ikan  dan akan dicoba untuk itu,” katanya.

Dean mengakui  bahwa orang tua mereka telah dua generasi makan ikan, dan awalnya kepala ikan tidak dimakan hanya badannya. Padahal, di tempat lain, kepala ikan sangat digemari. “Saya bilang kalau mau, kepala ikan bisa diekspor ke Kanada,” kata Assagaff.

Selain perikanan, Dean juga sangat tertarik dengan potensi pariwisata di Maluku. Sayangnya, kehadiran Dean dinilai terlambat lantaran Pesta Rakyat Banda baru saja usai digelar. “Seandainya Dean dan stafnya ddatang minggu lalu, bisa saya ajak ke Pulau Banda dan menonton Pesta Rakyat Banda bahwa pada massa lalu, ada pertukaran Pulau Roen dengan Manhattan. Dean ingin kembali ke Pulau Banda sebelum dia dipindahkan dari Indonesia,” terang Assagaff.

Keingintahuan Geogffrey J.C Dean  tentang Maluku cukup tinggi, banyak hal yang didiskusikan dengan orang nomor satu di Maluku itu, mulai dari perikanan, ekonomi, pariwisata hingga kunjungan negara tertinggi ke Maluku. “Saya jelaskan bahwa paling banyak datang dari Jerman dan Amerika, para wisatawan ini didominasi pensiunan yang ingin liburan dalam jangka waktu lama lantaran nilai tukar uang mereka cukup banyak jika dibelanjakan di Indonesia khususnya di Maluku,” kata Assagaff.

Assagaff menjelaskan, para pensiunan tersebut rata-rata berpenghasilan  sekitar Rp 20-25 juta per bulan. Dan dan dalam sehari di Banda mereka hanya mengeluarkan uang sekitar Rp 250 ribu berarti dalam sebulan hanya Rp 7.500.000. “Mereka masih bisa menyimpan sisa uang pensiunnya sekembalinya dari Maluku khususnya di Banda,” kata Assagaff bangga.

Untuk itu, Assagaff menghimbau agar masyarakat Maluuku harus menciptakan suasana nyaman agar daerah ini selalu dikunjungi wisatawan dan mereka betah berlama-lama. “Intinya harus menjaga stabilitas keamanan,” harap Assagaff. (on)

 

Tinggalkan Balasan