Gubernur Akui, Dana Transfer APBN ke Maluku Meningkat

AMBON, MG.com – Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff mengapresiasi kinerja pemerintah pusat yang semakin hari kian meningkat perhatiannya dengan adanya peni gkatan dana transfer APBN.

Dimana total keseluruhan mencapai Rp 21, 5 Triliun yang diberikan melalui Kementerian lembaga dan Rp 12, 5 melalui dana- dana transfer dan APBN keseluruh sebesar  Rp14,3 Triliun.

“Berkat dukungan ini nampak terlihat pada pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku. A

palagi pada masa konflik lalu, kita mengalami kontraksi sampai 27, 5 persen. Padahal krisis ekonomi pada tahun 1999, Indonesia hanya berakibat belasan persen, namun bangkit pada 2022 meningkat dan dilanjutkan ditahun- tahun kemudia,” akui Assagaff dalam  sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Maluku, Dr. Anton Lailosa pada Seminar Forum Ekonom di Provinsi Maluku yang digelar Kementerian Keuangan RI di Santika Hotel Ambon, Selasa, (13/11/2018).

Menurutnya, laju pertumbuhan ekonomi Maluku meningkat diatas pertumbuhan Nasional yakni 6 persen sedangkan Indonesia hanya 5,17 persen.

Walau demikian tambah Assagaff , selama ini masih ada penilaian Maluku dalam posisi terpuruk.

Penilaian ini tambahnya dapat dipertimbangkan dalam kebijakan tentatif  bagi Maluku, Maluku Utara, NTT, dan NTB.

“Untuk itu saya berharap, seminar ini dapat menjadi corong diskusi, bertukar pikiran dalam memberikan masukan sekaligus sharing informasi tentang Maluku dalam konteks perkembangan ekonomi guna memberikan dukungan pemerataan pembangunan,” harapnya.

Seminar ini, menghadirkan sejumlah narasumer yang berkompeten dari pusat maupun daerah diantaranya, Scenaider C.H.Siahaan dengan materinya tentang Strategi dan kebijakan pengelolaan utang negara, Wahyu Utomo pada pusat kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal pada KemenKeu RI dengan materi mengenai arah dan tantangan kebijakan fiskal Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan.

Juga Kepala Kantor Wilayah ( Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan ( DJPb) Provinsi Maluku dan Teddy Christianto Leasiwal, Kepala Labolatorium Penelitian, pengkajian dan pelatihan ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan bisnis Universitas Pattimura yang membawa materi tentang Kondisi Ekonomi Makro dan Keuangan Daerah Provinsi Maluku.

Seminar ini dihadiri pemangku kepentingan ekonomi dan Keuangan di Provinsi Maluku dan sejumlah pejabat dari KemenKeu Pusat.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalin kerjasama antara pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan dan masyarakat di daerah soal perkembangan ekonomi dan APBN untuk mendukung pemerataan pembangunan. (On)

 

 

Tinggalkan Balasan