Usung Isu Adat, Batuwael Melenggang ke Senayan

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Maluku merupakan Negeri Raja-raja namun implementasi slogan tersebut tidak nampak, bahkan cenderung dibohongi.

“Untuk itu melalui Parta Berkarya saya mencoba membawa aspirasi tersebut bahwa Maluku ada dan akan terus hidup,” demikian kata Frangkitanie Batuwael calon anggota legislatif  DPR RI yang diusung Partai Berkarya kepada wartawan di Namlea, Minggu (11/11/2019).

Menurutnya, masyarakat adat yang lahir  dan hidup di Buru diakui di Maluku dan Indonesia sebagai kantong adat dan Maluku miliki masyarakat adat. “Kita harus perjuangkan pengakuan tersebut seperti Provinsi Papua. Kalau Papua bisa kenapa kita tidak bisa?” tanyanya.

Adat orang Maluku seperti tidak dianggap lantaran tidak miliki satu bahasa daerah. Menyikapi hal ini, Batuwael mengakui  jika bahasa daerah  di Maluku hampir punah tapi tatanan adat masih sangat kuat dan memiliki bahasa sendiri.

Dari 11 kabuoaten dan kota ada beberapa yang masuk kriteria namun tidak diakomodir. Kalau bisa misalnya bahasa di Pulau Buru.

“Untuk itu nantinya kita perlu buat tim untuk evaluasi 11 kabupaten dan kota dengan anggota dari akademisi, tokoh adat, toko agama, tokoh pemuda, instansi terkait agar ini bisa dijadikan penangkal perbedaan dan isu yang berpotensi memecahbelakan persatuan san kesatuan negeri ini,” tambahnya.

Dikatakan, masyarakat Maluku asli atau dari luar dengan paguyubannya harus berada dalam satu naungan yakni adat Maluku.

“Kita harus punya kantor yang megah bila perlu melebihi Kantor Gubernur karena kita punya hak ulayat sebab tanpa ulayat Maluku tak ada. Kita sering lupa bahwa kekuatan asli kita adalah adat istiadat yang jika dipertajamkan dan dipersatukan maka tidak mudah nasyarakat kira diobok-obok orang luar,” tegas Batuwael. (On).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60