Suasana Haru Warnai Pelantikan Siswa Baru SUPM AMBON

AMBON, MG.com – Suasana haru warnai proses pelantikan 204 siswa angkatan XXXIII Sekolah Usaha Perikanan Menangah (SUPM) Negeri Waiheru Ambon, Senin (24/8/2018).

Keharuan memuncak saat pembawa acara mempersilahkan orang tua siswa menyematkan tanda pundak dibahu anak-anaknya pertanda anak tersebut telah menjadi siswa di sekolah tersebut.

Pelantikannini dilakukan setelah siswa digembleng selama dua bulan dengan metode Studi Pengenalan Lingkungan Sekolah (SPLS).

Bertindak selaku inspektur upacara, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan KKP, Dr. Bambang Suprakto.

Pada kesempatan tersebut, Kepala SUPM Waiheru Ambon Achmad Jais Ely, melaporkan jumlah lulusan SUPM Negeri Waiheru Ambon sejak tahun 1986 hingga 2018  sebanyak 2.492 orang dengan prensentase, PNS, TNI, POLRI  13,4 persen, swasta dalam dan luar negeri 55,2 persen, yang melanjutkan keperguruan tinggi 12,4 persen dan wirausaha sebanyak 18, 5 persen.

“Saat ini jumlah siswa/siswi yang mengikuti pendidikan di SUPM Waiheru Ambon sebanyak 540 orang yang terdiri dari tingkat III – 156 siswa, tingkat II-180 siswa dan saat ini dilantik 204 siswa,” katanya.

Untuk siswa yang dilantik terdiri dari program Keahlian NPL sebanyak 72 siswa, NPL A dan  program Keahlian TPL sebanyak 36 orang, program Keahlian TPHP sebanyak 61 siswa, TPHP A dan  program Keahlian TBP sebanyak 35 orang.

Ely menjelaskan, berdasarkan kuota Maluku sebanyak 183 dengan rincian, Kota Ambon 41 siswa menggunakan jalur umum dan 8 siswa melalui jalur khusus atau Anak Pelaku Utama Perikanan (APUP).

Untuk Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) 26 siswa gunakan jalur umum, 26 siswa jalur APUP, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)  9 siswa gunakan jalur umum  dan 12 siswa jalur APUP, Seram  Bagian Timur (SBT) hanya 3 siswa melalui jalur umum.

Sementara untuk Kabupaten  Maluku Tenggara Barat (MTB) 2 siswa menggunakan jalur umum dan satu lainnya menggunakan jalur APUP.

Kabupaten Buruh Selatan (Bursel) 5 siswa gunakan jalur umum dan 11 lainnya jalur APUP. Buru 12 siswa jalur umum dan 3 siswa jalur APUP.

Sedangkan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) 10 siswa gunakan jalur APUP dan 2 siswa melalui jalur umum.

Kepulauan Aru, 7 siswa gunakan jalur APUP, dan  Maluku Tenggara (Malra) 5 siswa melalui jalur APUP.

Bukan hanya Provinsi Maluku, dari luar Maluku juga ada yakni dari Maluku Utara yakni Kota Ternate 15 siswa jalur umum dan 1 siswa  jalur APUP.  Morotai 4 siswa gunakan APUP, Kabupaten Sula mengirim 5 siswa gunakan jalur umum dan 3 siswa jalur APUP, Halmahera Tengah mengutus 1 siswa dari jalur umum.

Selain Maluku dan Malut juga terdapat siswa asal Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sebanyak dua orang, Sulawesi Tenggara tiga orang dan Kalimantan Barat satu orang.

Selama siswa mengikuti SPLS materi yang diterima  diberikan oleh pengajar internal SUPM maupun dari luar.

Pemateri dari luar antara lain, Danlantamal Ambon,  Kodam XVI/Pattimura, BNN Maluku, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Dinas Kesehatan  dan Basarnas.

“Selain SPLS juga kami laksanakan latihan dasar kedisiplinan dalam rangka membina fisik, mental dan disiplin agar membentuk sikap disiplin dan tanggungjawab bagi calon siswa, serta dilakukan proses belajar mengajar dengan pendekatan teaching factory,” ujarnya.

Selain itu, siswa juga diikutkan serta dalam kegiatan ektrakulikuler seperti PBB, Pramuka, Karate, marching band, PMR, olahraga prestasi,  PLH dan tata kehidupan selama di asrama yang diatur sesuai SK Kepala SUPM  Waiheru Ambon nomor  47/SUPM/DL.110/I/2017.

Diharapkan, dengan dilantiknya 204 siswa baru di SUPM Waiheru Ambon dalam tiga tahun kedepan akan menjadi tenaga-tenaga teknis perikanan tingkat menengah yang kompoten, handal, profesional dan budaya saing. (On)

Tinggalkan Balasan