Gunung Botak Disasi

AMBON  MG.com – Pemangku adat serta ahli waris petuanan Kayeli akhirnya memasang sasi atau larangan beraktivitas PT Buana Pratama Sentosa (BPS)

di Dusun Wasboli Desa Kayeli Kecamatan Teluk Kayeli Kabupaten Buru.

Pemasangan sasi ini dilakukan pada 17 September 2018 pukul 14.00 Wit.

Rombongan tersebut antara lain, Raja Kayeli versi Fandi Wael dan ahli waris yang diwakili Alfin Wael bersama pemangku Adat Dataran Tinggi maupun pemangku Adat Dataran Rendah.

Juga Kakodin Wahidi/Ali Wael ( pimpinan 7 soa wilayah Dataran Tinggi petuanan Kayely, Portelu Waetemun (Linus Nurlatu), Matlea Migodo (Muhammad Nacikit), Purwisi latbual (Rekun Latbual), kawasan waehidi (Muhamad Wael), Manblosi Nurlatu (kepala adat Nurlatu Selatan), dan Manggahe Nurlatu. Rombongan yang datang sekitar 30 arang.

Pemasangan sasi bertujuan  menghentikan segala aktifitas yang dilakukan PT. BPS karena menyalahi dan melanggar aturan yang disepakati kedua pihak.

Pada kesempatan tersebut, Kakcodin Wahidi/Ali Wael  pimpinan 7 soa wilayah dataran tinggi petuanan Kayely menyampaikan kekecewaan pemangku adat dan ahli waris kepada Yoga selaku Wakil Direktur Produksi Teknik Tambang (PTT) PT. BPS.

“Kekecewaan kami lantaran kinerja PT BPS  yang dimulai setahun terakhir pasca perusahaan melakukan pengolahan stok file yang di ambil dari kali Anahoni, sebab, sebelumnya PT. BPS melakukan aktifitas pengolahan stok file, telah ada kesepakatan lisan dengan ahli waris dan pemangku adat bahwa ketika perusahaan mulai melakukan pengolahan stok file, maka perusahaan akan mendirikan koperasi untuk masyarakat adat ataupun Ahli waris,” terangnya.

Namun hingga kini pihak perusahaan tidak menepati kesepakatan yang pernah di buat tersebut.

“Sampai saat ini kami para pemangku adat tidak pernah mengetahui hasil yang telah diolah perusahaan, untuk itu kami pemangku adat dan ahliwaris yang di wakili oleh Alfin Armando akan menghentikan kegiatan perusahaan hingga ada komunikasi ulang antara PT BPS dengan ahli waris dan pemangku adat,” tegasnya.

Sedangkan Fandi Wael selaku raja petuanan Kayeli meminta agar perusahaan mematuhi sasi yang dipasang agar menghentikan seluruh aktifitas.

“Jika hal ini tidak ditaati maka resiko ditanggung sendiri,” katanya bernada ancaman.

Pemasangan sasi dikawasan tersebut pada beberapa titik,  yakni, pintu masuk pengolahan, pintu masuk stof file lama serta tempat pengolahan.

Pemasangan sasi berjalan aman dan pukul 16. 35 WIT proses tersebut  selesai.

Sekedar untuk tahu, dalam pertemuan tersebut pihak perusahaan melalui Wakil Ketua PTT PT. BPS (Produksi Teknik Tambang), Yoga menemui ahli waris dan para pemangku adat untuk mendengar segala keluh kesah yang disampaikan.

Saat itu, ahli waris dan pemangku adat  meminta agar pimpinan PT BPS yakni Edy Winata menemui ahli waris dan tidak diwakilkan kepada siapapun guna membuat kesepakatan baru dengan ahli waris terkait pembukaan sasi yang dipasang. (an)

 

 

 

Tinggalkan Balasan