Jadi Laboratorium Kerukunan Umat Beragama, Maluku Butuh Dukungan

Rakortek Jelang Pesparani Katolik Nasional I

AMBON, MG. com – Untuk mewujudkan Maluku sebagai Laboratorium Kerukunan Umat Beragama dibutuhkan  dukungan Pemerintah Pusat.

“Menteri PU sudah janjikan ke saya untuk nanti membantu membangun ratusan rumah. Begitu pula Menteri Agama, sudah janji untuk nantinya membangun rumah ibadah misalnya, masjid, gereja dan pura di perkampungan itu,” kata Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff  di hadapan Dirjen Bimas Katolik Departemen Agama RI, Eusebius Binsasy, Ketua LP3KN, Adrianus Meliala, Kepala Kanwil Agama dan Ketua LP3KD se-Indonesia dan peserta Pesparani, saat membuka Rapat Koordinasi Teknis dalam rangka Persiapan Pelaksanaan Pesparani Nasional I di Gedung Islamic Center Ambon, Selasa (28/8/2018).

Assagaff juga menitipkan pembangunan perkampungan multi etnis ini ke seluruh elemen terkait di Maluku karena masa kepemimpinannya di Maluku akan berakhir.

“Saya titip juga kepada pimpinan DPRD yang hadir saat ini, termasuk para tokoh agama, karena saya dan pak wakil gubernur akan mengakhiri masa tugas ini, saya titip agar perkampungan ini harus terwujud,” pintanya.

“Sebab jika terwujud, kata Assagaff, maka Maluku adalah kiblat dan ikonnya kerukunan hidup beragama.

“Kalau orang berbicara soal kerukunan beragama, mari datang belajar dari kami di Maluku. Negeri ini sangat cantik, dimana orang tetua kita telah meletakan dasar-dasar yang besar yakni hidup rukun, aman, damai. Kita punya pela gandong, larvul ngabal dalam rangka membangun persaudaraan sejati,” paparnya.

Assagaff juga menceritakan pertemuannya dengan Presiden RI, Joko Widodo dan sudah menjelaskan tentang pembangunan Kampung Multi Kultural.

“Ketika saya bertemu dengan Presiden RI, Jokowi, beliau bertanya, Maluku adalah laboratorium kerukunan hidup beragama terbaik di Indonesia. Bentuk fisiknya seperti apa ? Mendengar pertanyaan Presiden  saya jelaskan tentang Perkampungan Multietnis, dimana semua agama dan berbagai etnis akan tinggal di perkampungan itu,” kata Assagaff meniru perbincangannya dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

Untuk mewujudkan pembangunan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Menteri Agama RI telah menjanjikan akan membantu Pemprov Maluku.

Di akhir periode masa kepemimpinannya, Gubernur Maluku, Said Assagaff ingin meletakan pondasi yang kuat, untuk mewujudkan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis. Salah satu keinginan yang ingin diwujudkan adalah pembangunan perumahan multietnis yang akan didiami warga dengan beragam agama dan dari berbagai etnis di daerah ini. (on)

Tinggalkan Balasan