Pesan Utama di Hari Pattimura

SAPARUA, MenaraGlobal.com-Tujuh pesan utama yang disampaikan Plt.Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua  dalam sambutannya pada peringatan Hari Pattimura di lapangan Benteng Duurstede, Saparua- Maluku Tengah, Selasa (15/5/2018). Menurut Sahuburua, dengan merayakan 201 tahun Kapitan Pattimura maka akan dikenang semangat perjuangannya yang gigih menegakkan nilai-nilai kebenaran demi Indonesia Merdeka. Untuk itu, kata Sahuburua masyarakat Maluku harus bahu-membahu. “Semuanya telah dilebur dalam semangat pela-gandong, Kalwedo dan lainnya. Pattimura adalah tanda sejarah, sebab itu inspirasinya harus menjadi kekuatan dan simbol perlawanan orang Maluku dalam segala bentuk ketidakadilan dan penindasan,” katanya berapi-api. Ditambahkan, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno pernah mengatakan Indonesia tanpa Maluku bukanlah Indonesia. Pernyataan ini merupakan bentuk pengakuan pentingnya negeri ini. “Mungkin jika tidak ada perjuangan Pattimura, Indonesia mungkin belum merdeka karena itu jangan kita mereduksi pikiran-pikiran lain yang menghambat kemajuan negeri ini,” ingatnya. Pada kesempatan itu, Sahuburua berpesan agar generasi muda Maluku menjadi prajurit-prajurit perdamaian dengan cinta pada kemanusiaan dan persaudaraan sebab kemajemukan yang dipertahankan Pattimura adalah kemajemukan yang menghidupkan bangsa, bersatu manggurebe maju, demi masa depan yang baru. “Kapitan Pattimura sudah tidak ada, tetapi semangatnya harus tetap hidup dalam sanubari masyarakat Maluku, nasionalisme yang diperlihatkan bukanlah hanya milik masyarakat Maluku tetapi soal Indonesia Merdeka. “Dengan demikian kita harus menjadi contoh di bangsa ini, terutama tentang kehidupan yang majemuk,” tegasnya. Selanjutnya pesan yang tersirat pada peringatan Hari Pattimura adalah refleksi tentang kapitan atau raja, yang membela rakyat dan negerinya dari rampasan pihak asing. “Pemimpin yang besar di tanah Maluku adalah dia yang menjadikan rakyatnya kaya dari hasil tanah,laut, bumi , hutan dan segala yang ada di perut bumi,” terangnya. Diingatkan, dalam kesadaran akan pentingnya kejayaan negeri ini, maka seluruh Pattimura muda di negeri ini untuk menjaga stabilitas menyongsong pesta demokrasi di Maluku, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual dengan membangun persaudaraan yang rukun dan harmonis agar pemimpin baru yang lahir adalah pemimpin besar yang membuat negeri ini terhormat. “Perayaan Pattimura diharapkan bukan hanya menjadi goresan sejarah karenanya seluruh masyarakat diajak untuk menjaga dan menggali moment histori yang bernilai luhur sebagai persembahan anak negeri,” katanya lagi.(on)        

Tinggalkan Balasan