Masalah Tenaga Kerja, Disnaker Promal Cuek

AMBON, MenaraGlobal.com – Permasalahan buruh di Maluku rupanya bukan masalah seksi untuk dibahas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku.

Pasalnya, undangan yang dilayangkan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Provinsi Maluku sebagai salah satu narasumber pada kegiatan Buruh Maluku Bacarita Mat Day 2018 dengan tema, Ada ala dengan Sistem Kerja Outsourching PP Nomor 1978 tahun 2015.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional tahun 2018 yang diselenggarakan di Ambon, Senin (7/5/2018).

Padahal, kegiatan diselenggarakan dengan harapan Pemerintah Provinsi Maluku bisa menyikapi berbagai masalah yang menimpah tenaga kerja atau buruh.

“Disnaker Promal selalu berdalih kekurangan tenaga pengawas padahal saat kita ke kantor tersebut ada sekitar lima orang tenaga pengawas dibidang Hubungan Industrial yang duduk ngerumpi kalau kekurangan tenaga mestinya ruangan tersebut kosong bukannya diisi pengawas yang ngerumpi,” kata Koordinator KSBI Maluku, Kelson Haurissa saat dialog tersebut.

Haurissa menegaskan, ketidakhadiran Pemds Maluku melalui instansi terkait mencerminkan ketidakpedulian pemerintah dengan rakyatnya.

“Ini bentuk ketidakpedulian dan sangat disayangkan,” tegasnya.

Haurissa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon yakni Kepala Disnaker Kota yang selalu menyediakan waktu untuk berdiskusi dengan pekerja melalui Serikat Buruh.

“Kami sangat mengapresiasi Disnaker Kota atas kepedulian terhadap nasi  pekerja,” puji Haurissa.

Kegiatan ini dihadiri Kepala BPJS Tenaga Kerja, BPJS Kesehatan Maluku, Kadis Naker Kota, akademisi Unpatti, dan Ketua DPD KSBI Maluku. (on)

Tinggalkan Balasan