Pempus Diminta Perhatikan Tiga Program Perioritas Maluku

AMBON, MenaraGlobal.COM-  Pemerintah pusat diminta memperhatikan tiga program prioritas pembangunan di Maluku yang telah disetujui, yakni trans Maluku, Bendungan Waeapo di Buru dan pembangunan lapangan blok Masela. Hal ini dikemukakan Plt Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua saat pelaksanaan Musrenbang Provinsi Maluku, di Baileo Siwalima, Karang Panjang, Ambon, Rabu (11/4/2018).

“Ketiga program itu sudah mendapat persetujuan melalui keputusan Pre­siden. Karena itu, harus di­dukung oleh kementerian ter­kait soal alokasi anggarannya,” katanya lagi.

Mentan Ketua DPRD Maluku itu meminta Kementerian Keuangan memperhatikan dengan serius agar program bisa dilaksanakan tahun 2019.

Rencana pembangunan yang dilaksanakan kata Sahuburua mestinya didukung dengan realisasi anggaran.

“Kami berharap ada keadi­lan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia termasuk di Malu­ku khu­susnya pembangunan infra­struktur,” ujar Sahu­burua.

Pembangunan tambah Sahuburua harus merata antara barat dan timur.

“Bagaimana kita percepat pembangunan guna menun­taskan kemiskinan dan peng­angguran, kalau tidak didu­kung oleh anggaran yang me­madai,” tandasnya.

Menurutnya, masih banyak pembangu­nan di Maluku yang membu­tuhkan perhatian dari peme­rintah pusat, selain tiga program prioritas itu, diantaranya, pembangunan infra­struktur, jaringan internet, transportasi udara, laut mau­pun darat, akses pendidikan dan kesehatan.

Sahuburua berharap, hal ini menjadi per­hatian pemerintah pusat agar target pencapaian program nasional bisa tercapai guna pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Sementara itu, Di­rektur Dana Perimbangan Pem­bangu­nan Kementerian Keuangan, Putut Hari Satyaka menjelaskan, jika anggaran yang di­miliki pemerintah pusat dibe­rikan secara menyeluruh di Indonesia.

“Semua daerah kita bantu termasuk di Maluku,” kata Satyaka.

Sesuai Nawacita Presiden  RI, pelaksanana pemba­ngu­nan daerah merupakan ujung tombak pembangunan nasio­nal.

“Karena itu, wujud dari implementasi adalah membangunan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam ke­rangka NKRI. Target kita adalah peng­entasan kemiskinan, menga­tasi ketimpangan penghasilan dan kesejahteraan masyara­kat dan kesenjangan pelayanan publik antar daerah dan Ma­luku juga menjadi perharian pemerintah pusat,”  jelas Satyaka.. (DD)

 

Tinggalkan Balasan